By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanusemmanusemmanus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Destinasi Seni Modern dan Kontemporer di Museum MACAN
Share
Font ResizerAa
emmanusemmanus
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus > Blog > Pariwisata > Destinasi Seni Modern dan Kontemporer di Museum MACAN
Pariwisata

Destinasi Seni Modern dan Kontemporer di Museum MACAN

Anisa Kurniawati
Last updated: 23/02/2025 02:25
Anisa Kurniawati
Share
SHARE

Museum MACAN di Kebon Jeruk, Jakarta Barat telah menjadi Museum pertama di Indonesia yang menampilkan koleksi seni modern dan kontemporer dari dalam maupun luar negeri. 

Kata MACAN merupakan kependekan dari Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara.

Museum MACAN menjadi pusat apresiasi seni yang menarik bagi masyarakat luas. Destinasi ini berperan dalam memperkenalkan seni modern dan pengembangan ekosistem seni di Indonesia.

Sejarah dan Konsep Museum MACAN

Museum MACAN didirikan Haryanto Adikoesoemo, seorang pengusaha dan kolektor seni ternama.

Museum ini masuk dalam daftar “100 Tempat Terbaik Dunia 2018”  versi majalah Time, menegaskan posisinya sebagai destinasi seni yang prestisius tak hanya di Indonesia.

Dengan luas total 7.107 meter persegi, museum ini memiliki ruang pameran sebesar 4.000 meter persegi yang secara rutin menampilkan berbagai koleksi seni dan pameran tematik. Tempat ini juga mencangkup ruang pendidikan dan konservasi. 

Sebagai pusat edukasi seni, Museum ini aktif mengadakan program pendidikan, mencakup lokakarya seni, diskusi, dan pelatihan bagi seniman, kurator, dan pemerhati seni. 

Dengan adanya ruang pendidikan dan konservasi, museum ini juga berperan dalam melestarikan karya seni bagi generasi mendatang.

Baca juga: Menelusuri Museum Sandi, Sejarah Persandian di Indonesia

Pameran dan Koleksi Seni

Museum MACAN memiliki koleksi yang mencakup berbagai media seni.

Koleksinya mencangkup lukisan, patung, instalasi, fotografi, dan video. Beberapa seniman yang karyanya ditampilkan antara lain Affandi, Raden Saleh, Hendra Gunawan, dan Heri Dono.

Museum pun secara berkala menggelar pameran temporer menghadirkan karya seniman internasional. Beberapa pameran yang terkenal antaranya “Art Turns. World Turns” yang menampilkan lebih dari 800 karya seni dari berbagai seniman.

Pada 12 Mei 2018 – 9 September 2018, museum menampilkan karya ikonik Yayoi Kusama, termasuk instalasi terkenal “Infinity Mirrored Room”. Pameran bertajuk Life is the Heart of a Rainbow.

Selain ruang pameran utama, Museum juga menyediakan Ruang Seni Anak, toko suvenir, serta restoran untuk kenyamanan pengunjung.

Informasi Kunjungan dan Tiket

Museum MACAN berlokasi di AKR Tower Level MM, Jalan Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Jam operasional museum adalah Selasa hingga Minggu, pukul 10.00 – 18.00. Akses terakhir 17.30 dan hari Senin museum tutup. 

Demi kenyamanan dan keamanan karya seni, Museum MACAN memiliki aturan bagi pengunjung. Penggunaan kamera profesional (SLR, DSLR), tripod, monopod, dan tongkat selfie dilarang.

Pengunjung hanya diperbolehkan mengambil foto atau video menggunakan ponsel. Makanan dan minuman tidak diperbolehkan di dalam area galeri dan dilarang menyentuh karya seni. 

Museum MACAN tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati karya seni, tetapi juga pusat edukasi dan apresiasi seni bagi masyarakat.

Dengan berbagai koleksi yang mengesankan serta program edukasi yang menarik, museum ini menjadi destinasi yang penting untuk dikunjungi. (Dari beberapa sumber)

You Might Also Like

Pantai Payum, Menikmati Wisata Alam Merauke

Hutan Mycelia Cikole, Pesona Alam Dan Keajaiban Visual

Mencari Manfaat di Pemandian Air Panas Ie Seuum Aceh Besar

Durian Fantasi, Sulap Kebun Durian Jadi Agrowisata Modern

Melihat Dahsyatnya Tsunami Aceh Melalui Monumen PLTD Apung

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Anisa Kurniawati
Content Writer
Previous Article Mengapa Melukat Penting dalam Tradisi Hindu Bali? Ini Alasannya
Next Article Jejak Sejarah Laksamana Cheng Ho di Klenteng Sam Poo Kong
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanusemmanus
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?