Museum Pleret atau nama lengkap awalnya Museum Sejarah Purbakala Pleret, merupakan tempat yang menyajikan ilmu dan sejarah dengan tujuan sebagai sarana pendidikan dan rekreasi yang menyenangkan bagi masyarakat. Resmi dibuka pada 10 Maret 2014, museum ini berlokasi di Pleret, Kabupaten Bantul, DIY.
Museum Sejarah Purbakala Pleret mulanya merupakan lahan yang digunakan untuk penampungan temuan Benda Cagar Budaya yang dikumpulkan di Wilayah Bantul. Kemudian resmi dibuka untuk umum pada tanggal 10 Maret 2014. Seiring berjalannya waktu, namanya menjadi Museum Pleret.
Koleksi Bersejarah
Salah satu koleksi utama dari museum adalah peninggalan Kerajaan Mataram Islam. Contohnya seperti Sumur Gumuling, kisah perjalanan perjuangan Sultan Agung dalam memimpin Kerajaan Mataram Islam.
Museum ini dikelilingi oleh beberapa situs diantaranya Situs Kerta, Situs Masjid Kauman Pleret, Situs Gunung Wukir dan Situs Kedhaton. Situs Kerta merupakan lokasi yang diduga bekas keraton kerta di bawah kepemimpinan Sultan Agung, setelah berpindahnya pusat kerajaan Mataram Islam dari Kotagede ke Kerta
Koleksi museum tidak dari masa Mataram Islam saja, namun juga memiliki koleksi yang berasal dari berbagai zaman diantaranya koleksi Prasejarah, Hindu Budha dan kolonial. Saat ini koleksi museum yang dipamerkan diantaranya adalah peralatan batu yang berasal dari masa prasejarah, arca-arca, bagian candi, serta berbagai jenis umpak dan bata berukuran besar yang merupakan komponen bangunan keraton masa Mataram Islam.
Pada tahun 2010, koleksi museum bertambah dengan ditemukannya keris sabuk Inten luk. Namun hingga kini masih dilakukan penelitian siapakah orang yang memilikinya
Promosi dengan Teknologi
Sekitar pertengahan 2017, beberapa koleksi dari museum tersebut dibuat 3D Hologram. Perpaduan koleksi dengan teknologi informasi ini mampu menampilkan cerita koleksi yang lebih hidup dan tentunya menjadi daya tarik bagi pengunjung museum.
Selain itu, warga sekitar museum juga dilibatkan dalam upaya promosi, edukasi dan pelestarian situs – situs di Kerta – Pleret. Keterlibatan warga ini penting sebagai upaya memupuk kesadaran tentang arti penting sejarah dan peninggalan sejarah yang berada di sekitar mereka.
Hal ini dilakukan dengan berbagai cara. Contohnya seperti mengadakan kegiatan Gebyar Pleret, yang merupakan sebuah kegiatan berisi lomba dan workshop dengan tujuan utamanya pengenalan museum. Disamping itu juga membentuk sanggar tari Museum.
Dengan berbagai macam upaya itulah Museum ini melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY terus berupaya memberikan informasi terbaik. Selain itu juga melakukan peningkatan upaya pelindungan serta pelestarian situs agar dapat lebih nyaman untuk dikunjungi. (Anisa Kurniawati-Sumber: budaya.jogjaprov.go.id)