By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Sejarah Panjang Semangkuk Cwie Mie Malang
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Warisan Budaya > Sejarah Panjang Semangkuk Cwie Mie Malang
Warisan Budaya

Sejarah Panjang Semangkuk Cwie Mie Malang

Achmad Aristyan
Last updated: 17/11/2024 12:43
Achmad Aristyan
Share
Sajian Cwie Mie, kuliner legendaris dari Kota Malang, Jawa Timur. Foto: malangkota.go.id
SHARE

Cwie Mie Malang adalah salah satu kuliner khas Kota Apel, yang menyimpan sejarah panjang dalam tradisi kuliner Jawa Timur. Makanan yang berbahan dasar mie ini sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Malang. 

Jejak sejarah menyebutkan, Mie ini berasal dari bahasa Hokkien yang berarti “mie ayam,” namun dengan ciri khasnya, ada perbedaan antara Cwie Mie Malang dengan mie ayam dari daerah lain. Makanan ini pertama kali diperkenalkan komunitas Tionghoa di Malang awal abad ke-20. 

Kuliner khas ini dikenal sebagai mie Kota Malang. Meski hampir sama, akan tetapi konsepnya sedikit berbeda dengan mie ayam khas Solo atau Wonogiri yang disajikan dengan siraman ayam berbumbu. Sementara Cwie Mie Malang umumnya disajikan kering disertai taburan ayam rebus.

Dilansir dari indonesiakaya.com, pada awalnya, Mie khas ini dikenal sebagai hidangan mie yang disajikan dengan ayam dan kuah yang gurih. Seiring berjalannya waktu, beragam variasi pun bermunculan, baik dari segi bahan maupun cara penyajian. Cwie Mie sering dianggap sebagai simbol perpaduan antara budaya Tionghoa dan Jawa, mengingat sebagian besar masyarakat Malang merupakan keturunan Tionghoa yang hidup berdampingan dengan masyarakat lokal.

Baca Juga: Sejarah Dibalik Kelezatan Bola Daging Bakso Malang

Cwie Mie khas Malang disajikan dengan mie yang kenyal, biasanya mie yang terbuat dari tepung terigu yang diproses secara tradisional. Hasilnya, tekstur  mie yang lebih padat dan kenyal dibandingkan mie biasa. Mie kemudian disiram dengan kuah kaldu ayam yang kaya rasa, serta diberi potongan daging ayam yang sudah dipanggang atau digoreng.

Selain ayam, Cwie Mie juga dilengkapi dengan sayuran segar (daun selada atau taoge), bawang goreng, dan sambal yang memberikan rasa pedas yang menyatu dengan gurihnya mie. Ciri khas Cwie Mie lainnya berasal dari tetesan minyak wijen yang membuat mie menjadi lebih harum dan lezat, bikin dimensi rasa yang berbeda dari mie ayam pada umumnya.

Beberapa tempat juga menambahkan topping lain seperti bakso, pangsit goreng, atau bahkan pangsit rebus. Semua bahan dicampur dengan bumbu khas yang terdiri dari kecap manis, minyak bawang, dan kaldu ayam yang gurih. Harga semangkuk  Cwie Mie rata-rata berkisar antara Rp 15.000 – 30.000 rupiah, tergantung varian topping yang dipilih.

Cwie Mie mudah ditemukan di berbagai restoran atau kedai mie di Kota Malang, karena telah menjadi pilihan utama bagi warga Malang yang mencari makanan praktis dan mengenyangkan. Dilkutip dari laman infomalangan.id, ada sejumlah tempat Mie enak di kota Malang, sebut saja :

  1. Hot Cwie Mie, Terletak di Jalan Kawi No. 20, Kota Malang dan buka setiap hari, mulai pukul 10.00 hingga 21.30 WIB, Hot Cwie Mie menyajikan menu dengan pilihan topping yang beragam.
  2. Depot Gang Djangkrik, kedai cwie mie legendaris sejak 1960, namun Non halal, Depot Gang Djangkrik berada di Jalan Letjen Sutoyo No. 136, Buka setiap hari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.
  3. Kedai Mie Sutoyo, di Jalan Letjen Sutoyo No. 41A, Kota Malang. Buka setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Kedai legendaris yang sudah beroperasi sejak 1940 yang menyajikan mie homemade tanpa bahan pengawet, bahan kimia, atau pewarna, dan memiliki tingkat atau level kepedasan dari skala satu hingga lima.
  4. Depot Mie Bromo Pojok di Jalan Patimura No. 53, Klojen, Kota Malang. Olahan cwie mie di kedai ini terkenal dengan pilihan topping-nya seperti ayam jamur, udang pedas, lada hitam hingga sosis keju. Cabang lainnya berada di Jalan S. Supriadi, foodcourt MATOS (Malang Town Square), dan juga di Jalan Wilis, Kota Malang, Jawa Timur, yang buka setiap hari, pukul 09.00 hingga 18.00 WIB

Cwie Mie Malang memang bukan hanya makanan biasa yang mengenyangkan, namun juga menjadi simbol dari kekayaan tradisi kuliner Malang hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia. Sejarah mie ini merentang panjang dengan melintasi beberapa generasi hingga seperti ini. Tak salah bila mie khas Malang ini sangat legendaris. Ayo, nikmati Cwie Mie Malang dengan variasi topping dan rasa sesuai selerea Anda! (Diolah dari berbagai sumber)

You Might Also Like

Kesenian Sholawat Montro Khas Bantul Sarat Makna Religius

Peran Strategis Pelabuhan Majapahit sebagai Pusat Ekonomi

Gunongan, Bukti Cinta Sultan Iskandar Muda kepada Putri Pahang

Tembawang Tampun Juah, Hutan Perjuangan Masyarakat Dayak

Sajian Tempe Besengek Khas Kulon Progo yang Wajib Dicoba

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Achmad Aristyan
Content Writer
Previous Article Suku Kaili Dan Sejarah Masa Lalu Kota Palu
Next Article Perairan Indonesia Saksi Kerjasama Militer Indonesia-Australia
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?