By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanusemmanusemmanus
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Simbol Perjuangan Putri Pumamasari Melalui Seni Tari
Share
Font ResizerAa
emmanusemmanus
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus > Blog > Warisan Budaya > Simbol Perjuangan Putri Pumamasari Melalui Seni Tari
Warisan Budaya

Simbol Perjuangan Putri Pumamasari Melalui Seni Tari

Achmad Aristyan
Last updated: 27/11/2024 02:30
Achmad Aristyan
Share
tari purnamasari
Salah satu adegan dalam Tari Pumamasari yang mengisahkan putri Raja Pajajaran bernama Pumamasari. Foto: indonesiakaya.com
SHARE

Tari Pumamasari mengisahkan aksi heroik Pumamasari, putri Raja Pajajaran Prabu Nilakendra, sosok pemberani yang berhasil melumpuhkan musuh kerajaan, Jaya Antea. Saat itu Putri Purnamasari berjuang membela Kerajaan Pakuan yang saat itu diperintah Raja Suryakancana – raja ketujuh Pajajaran – saat diserang Kerajaan Cirebon, Demak dan Banten.

Namun, Kerajaan Pajajaran tidak bedaya akibat digempur tiga kerajaan. Penyebab utama kekalahan itu akibat penghianatan Jaya Antea – Menteri Luar Negeri (Majeta) kerajaan Pajajaran. Dialah yang membuka gerbang kerajaan atau lawang gitung, hingga musuh leluasa mengobrak-abrik Pajajaran.

Kisah heroik perjuangan putri Pajajaran ini kemudian dihidupkan melalui tarian yang memadukan gerakan pertempuran penuh dinamika dengan iringan musik gamelan dan kendang yang energik. 

Melansir dari indonesiakaya.com, tari ini tidak hanya berisi keindahan seni gerak, namun bernilai sejarah dan kepahlawanan yang menggambarkan keberanian dan kecerdikan seorang putri.

Tari Pumamasari dimulai dengan masuknya delapan penari, terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan. Mereka bergerak memutar, menciptakan suasana ketegangan seperti hendak menyerang satu sama lain. Para penari saling berhadapan, menggambarkan perseteruan antara dua kubu. 

Baca juga:Pesan Religi Di Balik Liukan Gerak Tari Saman

Musik Karawitan

Puncak cerita dimulai ketika Pumamasari muncul dari balik kain merah, diikuti Jaya Antea yang mengejarnya. Keduanya terlibat dalam pertempuran sengit, dengan gerakan tari yang menggambarkan serangan dan pertahanan. 

Sementara itu, para penari lainnya bersembunyi di balik selendang merah, menambah dramatisasi adegan. Gerakan Pumamasari menunjukkan kemarahan dan keberanian seorang putri yang tak gentar menghadapi ancaman. 

Ia menghadapi Jaya Antea, musuh bebuyutannya dari Banten yang tidak hanya menghancurkan Kerajaan Pajajaran di Bogor, tetapi juga mengejarnya karena cinta bertepuk sebelah tangan.  

Pada bagian akhir tarian, Jaya Antea dan pasukannya digambarkan tumbang di bawah kekuatan Pumamasari. Dibantu Rakean Kalangsunda, Pumamasari berhasil mempertahankan kehormatan dan kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Gerakan akhir tarian diiringi musik karawitan dengan ritme rancak, menciptakan suasana kemenangan yang megah. 

Baca juga: Menjaga Angklung Landung Yang Redup Tetap Hidup 

Pelabuhan Ratu

Tari Pumamasari tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi medium pelestarian budaya dan sejarah Sunda. Melalui gerakan tari, penonton diajak merasakan emosi mendalam tentang amarah, perjuangan, dan kemenangan yang dialami Pumamasari.  

Tarian ini juga menjadi simbol keberanian perempuan Sunda yang tangguh, pandai bertarung, dan tidak gentar menghadapi musuh. Diiringi musik khas Sunda yang memukau, Tari Pumamasari adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah dan warisan budaya yang harus terus dilestarikan.  

Menariknya, cerita Pumamasari juga berkaitan erat dengan kawasan Pelabuhan Ratu di Sukabumi Selatan, tempat sang putri diyakini pernah terdampar. Keberadaan cerita ini menambah daya tarik tarian sebagai bagian dari kekayaan budaya Jawa Barat.  (Diolah dari berbagai sumber)

You Might Also Like

Mencicipi Sajian Mi Koclok Berkuah Kental Khas Cirebon

Candi Blandongan, Warisan Budaya di Batujaya, Karawang

6 Hidangan Istimewa Khas Perayaan Cap Go Meh Singkawang

Dimba Nggowuna, Warisan Musik Tradisional Sulawesi Tenggara

Noken, Warisan Budaya Papua Menanti Sentuhan Generasi Muda

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Achmad Aristyan
Content Writer
Previous Article Kementerian Kebudayaan Targetkan Tiap Kabupaten Ada Bioskop
Next Article Permadani Konsisten Kenalkan Budaya Jawa ke Generasi Muda
Leave a comment Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanusemmanus
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?