Pariwisata

Ada Tradisi Kawalu, Wisata Baduy Dalam Ditutup Tiga Bulan

Setiap tahunnya, masyarakat Baduy, Banten, menjalankan tradisi Kawalu dengan puasa sebagai bagian dari ritual spiritual. Setelah itu, mereka mempersiapkan tradisi puncak yang sangat penting, yakni Seba Baduy. Terkait tradisi Kawalu yang sangat sakral bagi masyarakat adat Baduy, kawasan Baduy Dalam di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten, akan ditutup selama tiga bulan. Tradisi Kawalu dan […]

Oleh Achmad Aristyan

Ada Tradisi Kawalu, Wisata Baduy Dalam Ditutup Tiga Bulan
Pemukiman masyarakat Baduy di Lebak, Banten. Foto: Instagram/@michaell_mike
Diterbitkan

Setiap tahunnya, masyarakat Baduy, Banten, menjalankan tradisi Kawalu dengan puasa sebagai bagian dari ritual spiritual. Setelah itu, mereka mempersiapkan tradisi puncak yang sangat penting, yakni Seba Baduy. 

Terkait tradisi Kawalu yang sangat sakral bagi masyarakat adat Baduy, kawasan Baduy Dalam di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten, akan ditutup selama tiga bulan.

Tradisi Kawalu dan Persiapan Seba Baduy

Kepala Desa Kanekes, Oom, menyampaikan bahwa kawasan Baduy Dalam akan ditutup mulai 1 Februari hingga 3 Mei 2025. 

“Kawasan Baduy Dalam ditutup selama tiga bulan karena ada kawalu, mulai dari tanggal 1 Februari sampai tanggal 3 Mei,” kata Oom ketika dikonfirmasi,Kamis (30/1/2025) dilansir dari travel.detik.com.

Tradisi Kawalu merupakan wujud dari hubungan spiritual mereka dengan alam dan leluhur.

Seba Baduy adalah ritual yang melibatkan warga Baduy dalam membawa hasil bumi untuk diserahkan kepada pemerintah dan masyarakat luar, sebagai bentuk syukur dan penghormatan.

Baca juga: Menelusuri Asal-Usul Sejarah Suku Baduy Di Banten

Kunjungan yang Diperbolehkan dan Pengalihan ke Baduy Luar

Oom juga menjelaskan bahwa tiga kampung di Baduy Dalam, yaitu Cikeusik, Cikartawana, dan Cibeo, tidak akan menerima kunjungan wisatawan selama periode ini. 

“Ketiga kampung ini tidak menerima kunjungan wisatawan, kecuali kunjungan khusus yang sudah mendapatkan izin dari lembaga adat Baduy,” jelasnya.

Meski demikian, Oom memastikan bahwa kawasan Baduy Luar tetap terbuka untuk wisatawan yang ingin menikmati budaya masyarakat Baduy. 

“Untuk masyarakat yang ingin berkunjung ke Baduy Dalam dimohon untuk menunda kunjungannya sampai tradisi kawalu selesai. Kalau tetap ingin berkunjung bisa ke Baduy Luar,” tuturnya. 

Baduy Luar, yang terdiri dari kampung-kampung yang lebih terbuka untuk pengaruh luar, menawarkan kesempatan bagi wisatawan untuk mengalami budaya Baduy yang masih sangat kental, meski tidak sebesar Baduy Dalam.

Pengunjung yang ingin memasuki wilayah Baduy Luar pun harus mengikuti beberapa pedoman, seperti tidak memakai pakaian modis atau modern, dan harus menghormati adat istiadat masyarakat.

Pentingnya Pelestarian Adat dan Tradisi

Selama Kawalu berlangsung, masyarakat Baduy menjalankan berbagai aktivitas sakral dan spiritual.

Tradisi ini merupakan salah satu upaya masyarakat Baduy dalam melestarikan budaya dan adat istiadat mereka yang telah ada turun-temurun.

Sementara Ritual Seba Baduy biasanya disertai dengan pertemuan antara perwakilan masyarakat adat Baduy dan pejabat pemerintah, yang bertujuan memperkuat hubungan kedua belah pihak.

Masyarakat Baduy sangat menjaga kelestarian alam dan kehidupan mereka dengan mematuhi aturan adat yang ketat. Mereka percaya bahwa menjaga keseimbangan alam dan spiritual adalah kunci untuk kehidupan yang harmonis.

TopikPariwisata
Pariwisata31 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan