Budaya

Candi Lor Nganjuk Resmi Jadi Cagar Budaya, Begini Sejarahnya

Candi Lor yang terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, kini resmi menjadi cagar budaya. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Bupati Nganjuk Nomor 100.3.3.2/80/K/411.013/2025 tentang Penetapan Candi Lor Sebagai Struktur Cagar Budaya. Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Nganjuk, R. Yuli Kuntadi, menyatakan keputusan ini telah ditandatangani Penjabat (Pj) Bupati Nganjuk, Sri […]

Oleh Achmad Aristyan

Candi Lor Nganjuk Resmi Jadi Cagar Budaya, Begini Sejarahnya
Candi Lor ditetapkan sebagai cagar budaya. Foto: sman3nganjuk.sch.id
Diterbitkan

Candi Lor yang terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, kini resmi menjadi cagar budaya. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Bupati Nganjuk Nomor 100.3.3.2/80/K/411.013/2025 tentang Penetapan Candi Lor Sebagai Struktur Cagar Budaya.  

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Nganjuk, R. Yuli Kuntadi, menyatakan keputusan ini telah ditandatangani Penjabat (Pj) Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna, Kamis (13/2/2025).  

“Alhamdulillah, saat ini Candi Lor telah resmi menjadi cagar budaya setelah keluar penetapan dari Pj Bupati Nganjuk. Keputusan bupati ini diteken kemarin,” ujar Yuli pada Jumat (14/2/2025), dilansir dari surabaya.kompas.com.  

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berperan dalam proses penetapan ini. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya maksimal dalam perjuangan keluarnya keputusan penetapan cagar budaya ini,” katanya.  

Proses Penetapan Berdasarkan Kajian TACB

Anggota TACB Kabupaten Nganjuk, Nara Setya Wiratama, menambahkan bahwa penetapan Candi Lor sebagai cagar budaya dilakukan berdasarkan rekomendasi dari TACB Nganjuk.

Naskah rekomendasi itu telah diserahkan ke Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) pada akhir Desember 2024.  

“Penetapan Candi Lor sebagai cagar budaya ini memang atas rekomendasi TACB Nganjuk, yang sebelumnya telah melakukan kajian sekaligus sidang penetapan akhir tahun kemarin,” jelas Nara dilansir dari surabaya.kompas.com.  

Menurutnya, Candi Lor memang layak dijadikan cagar budaya karena memiliki nilai penting dalam sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan. 

“Serta Candi Lor ini menjadi bukti adanya sejarah perkembangan agama Hindu di wilayah Nganjuk pada abad ke X-XV Masehi,” ujarnya.

Sejarah Candi Lor dan Perannya di Masa Lalu

Dilansir dari budaya-indonesia.org, Candi Lor merupakan struktur bangunan dari bata merah yang kini dalam kondisi rusak parah. Candi ini sering disebut warga sekitar sebagai Candi Boto karena bangunannya berupa tumpukan batu bata.  

Candi dibangun Mpu Sindok, raja pertama Mataram Hindu periode Jawa Timur atau Kerajaan Medang, tahun 937 M.

Tujuan pembangunannya adalah untuk memperingati kemenangan Mpu Sindok atas pasukan Melayu dari Wangsa Sailendra dalam pertempuran yang berlangsung antara tahun 928 hingga 929 Masehi.  

Dalam pertempuran itu, masyarakat Anjuk Ladang yang kini menjadi Kabupaten Nganjuk membantu pasukan Mpu Sindok dalam mengusir tentara Melayu. Berkat bantuan itu, pasukan Mpu Sindok berhasil memenangkan pertempuran.

Delapan tahun kemudian (pascaperang) baru diberikan hak sima swatantra kepada rakyat kakatikan di Anjuk Ladang tahun 937 Masehi.

Prasasti Anjuk Ladang dan Hari Jadi Nganjuk

Selain candi, sekitar Candi Lor juga terdapat jayastamba atau tugu kemenangan sebagai simbol peringatan atas kemenangan Mpu Sindok. Tugu ini dikenal sebagai Prasasti Anjuk Ladang, yang ditulis pada batu linggapala.  

Dulu Mpu Sindok memerintahkan untuk membangun candi, membangun prasasti di batu. Nama batunya itu adalah linggapala, yang kemudian disebut jayastamba. Prasasti ini memiliki tanggal penulisan 10 April 937 Masehi, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Nganjuk hingga saat ini.  

Pelestarian Candi Lor Pasca Penetapan

Dengan statusnya sebagai cagar budaya, diharapkan Candi Lor mendapatkan perhatian lebih dalam upaya pelestarian dan perawatan. Penetapan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya warisan sejarah serta menjadi daya tarik wisata budaya di Nganjuk.  

Sebagai salah satu peninggalan penting Kerajaan Medang, Candi Lor kini tidak hanya menjadi saksi sejarah Nganjuk, tetapi juga simbol kejayaan dan identitas daerah yang harus terus dijaga.

TopikBudaya
Budaya18 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan