Segara Anak berlokasi di kawah Gunung Rinjani, Desa Sembalun Lawang, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan asing untuk menikmati keindahan alam sekelilingnya, tanpa harus mendaki hingga ke puncak Rinjani.
Pulau lombok menyimpan sejuta pesona alam yang memesona mata. Salah satunya adalah Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 mdpl dan berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sisa Kaldera Raksasa dari Zaman Purba
Rinjani menjadi gunung yang paling diminati oleh para pendaki.
Tidak hanya dari pengunjung domestik, banyak wisatawan global juga mengunjungi gunung ini karena keindahan alam dan keunikan padang sabana, yaitu hamparan luas dari rumput kering.
Keunikan itu makin bertambah karena terdapat danau di atasnya yaitu Danau Segara Anak. Nama danau ini diambil dari bahasa Sasak, suku asli Pulau Lombok, segara artinya laut atau danau. Jika diartikan, maka Segara Anak adalah anak laut.
Sejatinya, danau yang berada di ketinggian 2.008 mdpl ini merupakan bagian dari kaldera raksasa berukuran panjang 3.500 meter dan lebar 4.800 meter. Kaldera ini hasil letusan gunung api purba Rinjani yang terjadi pada Era Kuarter atau jutaan tahun lampau.
Wisata tanpa Harus Mendaki Rinjani
Segara Anak sendiri luasnya sekitar 1.100 hektare dengan titik terdalam mencapai 230 meter.
Danau Segara Anak merupakan titik favorit para pendaki untuk beristirahat sembari menikmati keindahan danau sebelum melakukan pendakian ke puncak (sumpit attack) Rinjani atau sebaliknya.
Menariknya, di sisi timur danau ada gunung api muda atau anak Rinjani bernama Gunung Barujari, artinya “gunung baru jadi” dalam bahasa masyarakat setempat.
Gunung ini awal terbentuk dari letusan di tahun 1944 dan berlanjut pada 1966, 1994, 2004, dan 2009. Letusan terakhir Gunung Rinjani terjadi pada 3 November 2015.
Saat ini, Segara Anak tidak sekadar menjadi titik singgah para pendaki, namun banyak juga wisatawan yang datang ke Segara Anak hanya sekadar menikmati keindahan alam sekelilingnya tanpa harus mendaki hingga ke puncak Rinjani.
Pengunjung dapat bermalam antara 2 hingga 3 hari atau cukup menghabiskan waktu seharian dan kemudian pulang. Di sini banyak titik berkemah dengan pemandangan langsung puncak Rinjani. Selain itu, bisa juga memancing, dan terdapat juga sumber air panas.

Jalur Pendakian yang Menantang diantara Padang Sabana
Wisatawan ke Segara Anak umumnya menggunakan jalur pendakian dari Desa Senaru atau Sembalun karena rutenya lebih mudah dijelajahi dibanding 2 jalur lainnya yang lebih terjal.
Perjalanan mendaki dari Senaru ke Segara Anak membutuhkan waktu sekitar 7-9 jam sejauh sekitar 7 km hingga 8 km. Ketika tiba di Plawangan Senaru, kita harus menuruni tebing terjal yang telah diberi pengaman besi dan tali.
Sedangkan pendakian dengan rute Sembalun meski lebih panjang jaraknya, namun waktu perjalanan lebih cepat lantaran melewati rute datar.
Kekurangannya, sepanjang perjalanan pengunjung harus menaklukkan padang sabana yang luas dengan matahari terik membakar kulit. Angin kencang juga kerap menghambat perjalanan.
Disarankan Menginap
Waktu terbaik untuk menjelajah menuju Segara Anak dilakukan di pagi hari atau sekitar pukul 7.00 WITA. Oleh karena itu, disarankan untuk menginap, karena dari pusat kota hingga ke Rinjani menghabiskan waktu 2-3 jam perjalanan darat.
Ada banyak penginapan bertarif terjangkau di sekitar Senaru dan Sembalun yang bisa digunakan untuk menginap sebelum mendaki.
Sekarang ini sudah banyak pengelola perjalanan wisata di Lombok yang menawarkan paket perjalanan dengan beragam pilihan. Paket wisata tersebut biasanya sudah termasuk perbekalan seperti tenda, alat masak, dan lainnya hingga porter, orang yang membantu membawakan perlengkapan kita.
Disamping itu, sebaiknya persiapkan terlebih dahulu kondisi fisik dan kesehatan. Tidak ada salahnya menyiapkannya setidaknya 3 minggu sebelum berangkat. (Anisa Kurniawati-Indonesia.go.id)