Pariwisata

Dibangun 4 Abad, Gua Sunyaragi Simpan Catatan Sejarah

Gua Sunyaragi atau Taman Sari Gua Sunyaragi, sebuah jejak peninggalan bersejarah yang ada di Kota Cirebon, Jawa Barat. Konon, di masa lalu gua ini dijadikan sebagai tempat beristirahat para keluarga kerajaan serta ruang tempat meditasi. Memiliki luas sekira15 hektar, Taman Air Gua Sunyaragi terdiri dari 13 gua yang saling dihubungkan rongga besar. Lokasi nya berada […]

Oleh Anisa Kurniawati

Dibangun 4 Abad, Gua Sunyaragi Simpan Catatan Sejarah
Gua Sunyaragi atau Taman Sari Gua Sunyaragi di Cirebon, Jawa Barat.Foto: wikimedia commons
Diterbitkan

Gua Sunyaragi atau Taman Sari Gua Sunyaragi, sebuah jejak peninggalan bersejarah yang ada di Kota Cirebon, Jawa Barat. Konon, di masa lalu gua ini dijadikan sebagai tempat beristirahat para keluarga kerajaan serta ruang tempat meditasi.

Memiliki luas sekira15 hektar, Taman Air Gua Sunyaragi terdiri dari 13 gua yang saling dihubungkan rongga besar. Lokasi nya berada di Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, atau dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat selama 15 menit dari pusat Kota Cirebon.

Dari sejumlah literatur terungkap, Gua Sunyaragi dibangun dalam 3 periode berbeda. Periode pertama dimulai pada zaman Panembahan Pakuwati I pada 1458 Saka atau 1536 M. Pembangunan dipimpin Pangeran Emas Zaenul Arifin, salah satu cicit dari Sunan Gunung Jati.

Periode pembangunan iu menghasilkan Gua Pengawal, Gua Pawon, Gua Lawa, Gua Padang Ati, Gua Kelanggengan, dan Gua Peteng. Disamping itu terdapat lubang dangkal yang telah tertutup. Lubang itu disebut bisa tembus hingga mencapai kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati yang berjarak 112 km dari Gua Sunyaragi.

Pembangunan tahap kedua diprakarsai  Sultan Sepuh Pangeran Jamaludin II  tahun 1625 S atau 1703 M. Tujuan pembangunan, untuk memperluas kompleks gua yang berfungsi sebagai tempat perjamuan, perundingan, dan bersantai keluarga keraton.

Baca juga: Tari Topeng Cirebon, Bermula Dari Keraton

Periode terakhir dibangun Sultan Sepuh V Pangeran Syaifiudin atau Pangeran Matanghaji dibantu arsitek dari Cina, pada sekitar abad 18. Kompleks Gua Sunyaragi ditambah dengan membangun Gua Pande Kemasan dan Gua Simanyang. 

Taman Air Gua Sunyaragi pernah dipugar Dinas Purbakala Negeri Belanda pada 1936. Lalu dipugar kembali tahun 1978 oleh Dinas Purbakala RI. Dilansir dari disparbud.jabarprov.go.id, dulunya gua yang dibangun 4 abad ini, digunakan para sultan bermeditasi dan  para pejuang mengatur strategi melawan penjajahan Belanda. 

Salah satu daya tarik Gua ini adalah arsitekturnya yang terpengaruh gaya Jawa dan China. Pengaruh Jawa dapat dilihat dari adanya bangunan Joglo. Ornamen bernuansa China pun banyak ditemukan di kawasan gua ini.

Disamping itu, lokasi wisata ini juga diselubungi wadasan yang mirip karang. Adanya wadasan ini menjaga perubahan suhu. Akibatnya, perambatan suhu di dalam bangunan dapat menjadi lebih lambat. Bagi pengunjung yang hendak mengunjungi objek wisata ini, wisatawan dapat membayar tiket masuk berkisar antara Rp 17.000. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata13 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati