Berita

Fadli Zon Pastikan Pemugaran Situs Gunung Padang Dimulai Tahun Ini

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyatakan bahwa pemugaran situs megalitikum Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akan mulai dilakukan tahun ini. Pemugaran direncanakan menggunakan skema kerja sama pendanaan antara pemerintah dan pihak swasta atau public private partnership. Menurut Fadli, pemugaran ini bertujuan agar situs yang selama ini dikenal luas sebagai salah satu situs megalitikum […]

Oleh Achmad Aristyan

Fadli Zon
Situs megalitikum Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Foto: Facebook/Danny Hilman Natawidjaja
Diterbitkan

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyatakan bahwa pemugaran situs megalitikum Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akan mulai dilakukan tahun ini.

Pemugaran direncanakan menggunakan skema kerja sama pendanaan antara pemerintah dan pihak swasta atau public private partnership.

Menurut Fadli, pemugaran ini bertujuan agar situs yang selama ini dikenal luas sebagai salah satu situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara bisa lebih terawat dan tertangani sesuai kaidah pelestarian warisan budaya.

Ia mencontohkan pendekatan konservasi yang diterapkan pada situs Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional 2025

“Akan dicoba untuk dikembalikan seperti aslinya, tapi karena kita tidak punya blue print-nya, ya tidak mungkin seratus persen seperti itu,” ujar Fadli Zon pada Senin, 28 April 2025 dikutip dari Tempo.

Ia menambahkan bahwa pemugaran dapat dimulai dengan menata kembali struktur batu yang ada.

“Batu yang rebah bisa didirikan sesuai kajian arkeologinya seperti apa,” jelasnya.

Untuk mendukung pemugaran, Kementerian Kebudayaan juga akan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam riset lanjutan.

Sementara itu, arkeolog BRIN Lutfi Yondri mengaku belum mendapatkan informasi resmi soal lanjutan riset di situs Gunung Padang.

Menurutnya, pembicaraan terkait hal itu mungkin masih sebatas internal di Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah Jawa Barat.

“Mungkin baru sebatas pembicaraan internal Kementerian Budaya dan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat,” ujar Lutfi.

Lutfi mengatakan dirinya telah mengirimkan hasil riset dari Lembaga Arkeologi Indonesia mengenai situs itu kepada Kementerian Kebudayaan pada Januari 2025.

Dokumen itu merupakan tindak lanjut dari permintaan kementerian sejak Desember 2024 lalu.

Dari sisi ilmiah, Lutfi menegaskan bahwa Gunung Padang merupakan situs arkeologi yang mencerminkan aspek fisik dan budaya masyarakat masa lampau.

Namun ia juga menegaskan posisi pribadinya yang tidak sejalan dengan teori bahwa Gunung Padang adalah bangunan piramida kuno berusia ribuan tahun.

“Saya termasuk yang kontra pada kesimpulan bahwa Gunung Padang adalah piramida,” tegasnya.

Di sisi lain, peneliti senior BRIN Danny Hilman Natawidjaja menyebutkan bahwa pihaknya sedang merencanakan pembuatan film dokumenter tentang Gunung Padang bersama divisi media Kementerian Kebudayaan.

Baca Juga: Respon Gubernur Jateng Soal Usulan Daerah Istimewa Surakarta, Tegaskan Kewenangan Ada di Pusat

Pengambilan gambar untuk dokumenter itu akan disertai dengan survei lanjutan di lokasi.

“Tidak hanya di Gunung Padang, tapi juga di Toba dan Sulawesi Tengah,” ujarnya pada Selasa, 29 April 2025.

Namun untuk rencana riset ilmiah lanjutan di Gunung Padang dari BRIN, Danny menyebut belum ada kepastian.

“Tidak ada kabar dana,” katanya singkat.

Rencana pemugaran situs Gunung Padang ini menandai langkah baru pemerintah dalam mengangkat potensi warisan budaya prasejarah Indonesia sekaligus membuka ruang diskusi antara pemerintah, ilmuwan, dan publik terkait cara terbaik dalam menjaga peninggalan leluhur.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan
Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Budaya Batang Menelusuri Jejak Mataram

Dialog budaya Batang dan DI Yogyakarta membuka kembali pembahasan hubungan sejarah pesisir utara Jawa dengan Mataram Islam yang menjadi bagian dari upaya penelitian serta pelestarian warisan sejarah.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan