Event

Festival Erau, Pesta Rakyat Tertua di Kalimantan Timur 

Festival Erau merupakan acara tahunan bagi masyarakat Tenggarong, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad. Gelaran festival ini dimeriahkan dengan beraneka kesenian mulai dari upacara adat dari Suku-suku Dayak hingga lomba olahraga ketangkasan tradisional. Tradisi ini berlangsung seiring perjalanan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Bisa dikatakan, Erau telah berlangsung sejak masa […]

Oleh Anisa Kurniawati

Festival Erau, Pesta Rakyat Tertua di Kalimantan Timur 
Beseprah adalah makan bersama yang digelar pada hari Rabu dalam Festival Erau setiap tahunnya di kota Tenggarong, Kalimantan Timur. Foto: Wikimedia Commons/Ezagren
Diterbitkan

Festival Erau merupakan acara tahunan bagi masyarakat Tenggarong, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Gelaran festival ini dimeriahkan dengan beraneka kesenian mulai dari upacara adat dari Suku-suku Dayak hingga lomba olahraga ketangkasan tradisional. 

Tradisi ini berlangsung seiring perjalanan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Bisa dikatakan, Erau telah berlangsung sejak masa awal Kesultanan Kutai berdiri.

“Erau” berasal dari kata “eroh” (bahasa Melayu) Kutai Tenggarong bermakna keramaian pesta ria.

Penobatan Raja Kutai Kartanegara

Menurut sejarah Erau pertama kali ada sejak abad ke-12 Masehi. Tradisi ini berlangsung saat Aji Batara Agung Dewa Sakti yang masih berusia 5 tahun melaksanakan ritual tijak tanah dan mandi ke tepian. 

Kemudian setelah dewasa diangkat menjadi sultan pertama Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Saat itulah setiap terjadi penggantian atau penobatan Raja Kutai Kartanegar, Erau digelar 

Dalam perkembangannya, Erau digelar untuk pemberian gelar dari Raja kepada tokoh atau pemuka masyarakat yang dianggap berjasa terhadap Kerajaan. Pada awalnya, perhelatan ini berlangsung selama 40 hari 40 malam dan diikuti segenap lapisan masyarakat.

Mereka datang dari seluruh pelosok wilayah kesultanan dengan membawa bekal bahan makanan, ternak, buah-buahan, dan juga para seniman. Sementara itu, Sultan serta kerabat Keraton lainnya memberikan jamuan makan kepada rakyat.

Hal ini simbol tanda terima kasih Sultan atas pengabdian rakyatnya. Seiring waktu, Kerajaan Kutai Kartanegara berubah menjadi Kabupaten Kutai dan Tradisi Erau tetap dipelihara dan dilestarikan. 

Festival Budaya 

Erau yang dilangsungkan menurut tata cara Kesultanan Kutai terakhir kali diadakan tahun 1965. Tradisi ini mulai dihidupkan kembali pada tahun 1971. Namun, dengan beberapa persyaratan seperti tidak boleh menjalankan upacara Tijak tanah dan Pemberian Gelar.

Erau dilangsungkan bertepatan dengan hari jadi Kota Tenggarong, yaitu setiap tanggal 29 September. Tetapi, sejak tahun 2010, pelaksanaan festival ini dimajukan menjadi Bulan Juli.

Tradisi yang tadinya pesta rakyat kini telah berubah menjadi perhelatan budaya Internasional. Festival ini memunculkan berbagai kesenian, upacara adat, lomba olahraga tradisional, dan lainnya. 

Tahun 2013, untuk pertama kalinya, Erau disandingkan dengan perhelatan budaya tradisional dari berbagai negara. Perhelatan ini bernama Erau International Folklore and Art Festival (EIFAF).

Pada 2014, festival Erau diikuti oleh 12 negara. Dengan hal ini, festival Erau merupakan representasi dari kearifan lokal di Indonesia yang mendunia. (Dari berbagai sumber)

TopikEvent
Event01 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Event

Lihat semua →
Pameran topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan bertajuk Dua Wajah, Satu Jiwa di Museum Nasional Indonesia.

Dua Wajah, Satu Jiwa Indonesia-Korea

Pameran topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan di Museum Nasional mempertemukan dua tradisi melalui kemiripan karakter, kisah kehidupan, dan nilai budaya.

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati