Event

Gelorakan Literasi! Lomba Bertutur di Wonosobo Hadirkan Bibit-Bibit Berbakat

Suasana penuh semangat mewarnai Lomba Bertutur Tingkat SD/MI yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Wonosobo. Selama tiga hari dari tanggal 25-27 Februari 2025, para peserta menunjukkan kemampuan bertutur mereka dengan membawakan berbagai cerita. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah untuk menumbuhkan minat baca dan literasi sejak dini, tetapi juga memperkenalkan serta melestarikan […]

Oleh Achmad Aristyan

Gelorakan Literasi! Lomba Bertutur di Wonosobo Hadirkan Bibit-Bibit Berbakat
Salah satu peserta yang tampil bercerita dalam Lomba Bertutur Tingkat SD/MI yang diselenggarakan Dinas Arpusda Kabupaten Wonosobo. Foto: Aristyan
Diterbitkan

Suasana penuh semangat mewarnai Lomba Bertutur Tingkat SD/MI yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Wonosobo.

Selama tiga hari dari tanggal 25-27 Februari 2025, para peserta menunjukkan kemampuan bertutur mereka dengan membawakan berbagai cerita.

Ajang ini tidak hanya menjadi wadah untuk menumbuhkan minat baca dan literasi sejak dini, tetapi juga memperkenalkan serta melestarikan kisah-kisah budaya lokal.

Antusiasme Peserta Tinggi

Sejak hari pertama, anak-anak peserta tampak antusias mengikuti perlombaan. Dari target 60 peserta, sebanyak 51 siswa dari berbagai SD dan MI se-Kabupaten Wonosobo turut berpartisipasi.

Meski tidak semua kecamatan mengirimkan perwakilan, hal ini tidak mengurangi semangat peserta dalam menampilkan kemampuan terbaiknya.

Widya Listyaningsing, pustakawan muda dari Arpusda Wonosobo, mengungkapkan bahwa lomba bertutur ini mendapat respons yang sangat baik.

“Alhamdulillah, ternyata di Kabupaten Wonosobo banyak sekali bibit-bibit anak berbakat. Walaupun baru pertama kali tampil, mereka sudah menunjukkan performa luar biasa,” ujar Widya.

Ia juga menambahkan bahwa acara semacam ini sebaiknya terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar potensi anak-anak bisa berkembang lebih jauh.

Menumbuhkan Minat Baca dan Cinta Budaya

Lomba ini mengusung tema “Menumbuhkembangkan Kegemaran Membaca dan Literasi Anak-anak serta Kecintaan Terhadap Karya Budaya Bangsa Melalui Berbagai Bacaan atau Buku”.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap dapat mendorong kebiasaan membaca dan meningkatkan literasi sejak dini.

Selain itu, lomba ini juga bertujuan untuk memopulerkan buku-buku cerita budaya daerah yang sarat akan nilai kehidupan. Dengan begitu, anak-anak diharapkan semakin mencintai karya budaya bangsa.

Pratika Indah, salah satu guru pendamping dari Kecamatan Watumalang, menyambut baik penyelenggaraan lomba ini.

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para siswa dan guru untuk lebih mengenal cerita rakyat Wonosobo yang sangat beragam.

“Bagus sekali ya, terutama untuk anak-anak. Tidak hanya sekadar mengenal kisah-kisah rakyat yang sudah dikenal secara nasional, tetapi ternyata di Wonosobo sendiri banyak cerita rakyat yang menarik,” ungkapnya.

Ia mencontohkan salah satu cerita yang dibawakan dalam lomba, yakni kisah tentang “Mbah Lerik” yang dikenal memiliki jiwa nasionalisme tinggi.

“Tadi ada yang membawakan cerita tentang Mbah Lerik. Beliau adalah sosok yang tampil dengan jiwa nasionalisme tinggi. Kisah-kisah seperti ini sangat bagus untuk dikenalkan kepada anak-anak,” tambahnya.

Pratika juga berharap agar Arpusda bisa mengadakan lomba serupa setiap tahun dan menambah kegiatan lain yang bisa menarik minat anak-anak untuk lebih sering datang ke perpustakaan.

“Semoga Arpusda bisa terus menyelenggarakan lomba seperti ini setiap tahun. Tidak hanya untuk mengenal cerita rakyat atau cerita anak, tetapi juga untuk belajar tentang literasi kehidupan, nasionalisme, dan hal-hal lain yang bisa meningkatkan literasi masyarakat Wonosobo,” harapnya.

Persiapan Menuju Tingkat Provinsi

Selain sebagai ajang kompetisi, lomba bertutur ini juga menjadi batu loncatan bagi peserta yang ingin melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.

Pemenang dari lomba ini akan dipersiapkan untuk berkompetisi di tingkat provinsi dengan cerita yang lebih terkurasi.

Widya berharap agar kegiatan ini bisa mendapat dukungan lebih lanjut, baik dalam bentuk anggaran maupun program pelatihan lanjutan.

“Sebenarnya sangat baik jika ada program pelatihan khusus bagi anak-anak berbakat ini. Namun, karena keterbatasan anggaran, hal ini belum dapat terwujud,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada anak-anak agar terus membangun kebiasaan membaca, karena dari situlah berbagai peluang akan terbuka.

“Harapan kami adalah anak-anak semakin gemar membaca. Dari membaca, mereka bisa mengembangkan kemampuan bercerita, mengikuti berbagai lomba, bahkan meraih prestasi hingga tingkat nasional,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya lomba ini, semangat literasi di kalangan anak-anak Wonosobo semakin berkobar.

Diharapkan, mereka tidak hanya menjadi peserta lomba, tetapi juga penerus budaya literasi yang akan membawa warisan cerita daerah ke tingkat yang lebih luas.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Event

Lihat semua →
Pameran topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan bertajuk Dua Wajah, Satu Jiwa di Museum Nasional Indonesia.

Dua Wajah, Satu Jiwa Indonesia-Korea

Pameran topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan di Museum Nasional mempertemukan dua tradisi melalui kemiripan karakter, kisah kehidupan, dan nilai budaya.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan