Berita

Gerakkan Ekonomi Lokal, Masjid Al Manshur gelar Ramadhan on the Street

Setiap bulan Ramadan, kawasan depan Masjid Al Manshur Wonosobo menjadi destinasi favorit bagi masyarakat yang ingin berburu takjil. Tempat ini dikenal sebagai Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) dengan nama “Ramadhan on the Street”. Kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2011. Menurut Haqqi El Anshory, humas Masjid Al Mashur kegiatan ini berawal dari keprihatinannya para pedagang […]

Oleh Anisa Kurniawati

ramadhan on the street
Suasana sore hari ramadhan on the street di depan Masjid Al Manshur. Foto: Anisa
Diterbitkan

Setiap bulan Ramadan, kawasan depan Masjid Al Manshur Wonosobo menjadi destinasi favorit bagi masyarakat yang ingin berburu takjil. Tempat ini dikenal sebagai Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) dengan nama “Ramadhan on the Street”.

Kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2011. Menurut Haqqi El Anshory, humas Masjid Al Mashur kegiatan ini berawal dari keprihatinannya para pedagang sekitar yang tidak memiliki pemasukan selama ramadhan.

“Adanya Ramadhan on the Street berawal dulu saya prihatin dengan pedagang lokal yang tidak berjualan waktu bulan puasa. Biasanya kan dititipkan di kantin atau jualan di sekitar sini, tapi karena puasa akhirnya tidak ada pemasukan karena tidak berdagang. Awalnya cuma ngasih bantuan, kemudian berkembang hingga sekarang ini” jelas Haqqi, Selasa (04/3/2025)

Awalnya kegiatan ini hanya diikuti sedikit pedagang yang berjualan di area parkir masjid. Namun, seiring waktu dan permintaan dari para pedagang, lokasi dagang dipindahkan ke trotoar depan masjid. Saat berjualan para pedagang juga masih menggunakan payung bantuan, tapi kini sudah difasilitasi dengan tratag.

Ramadhan on the Street sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, namun kembali digelar pada 2022. Dulunya, pedagang yang turut meramaikan kegiatan ini bisa mencapai ratusan. Namun, di tahun ini dibatasi menjadi 63 pedagang saja.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para pedagang agar tetap bisa mendapatkan penghasilan selama Ramadan. Selain itu, juga menjadi upaya untuk lebih mengenalkan Masjid Al Manshur kepada masyarakat.

Ramadhan on the Street buka setiap hari mulai pukul 14.00 hingga hari ke-25 Ramadan. Beragam makanan dijajakan di sini, mulai dari camilan seperti cimol, bakso, jajanan pasar, hingga hidangan berat seperti sayur bobor, tempe bacem, aneka sayur oseng, dan lauk pauk lainnya.

“Sering kesini kalau cari takjil sambil ngabuburit, aksesnya gampang si, pilihannya juga banyak. Mau camilan, gorengan, lauk-pauk sampai makanan berat juga ada. Mudah-mudahan bisa lanjut terus, lebih tertata dan membantu perekonomian masyarakat sekitar.” ujar Rida, salah satu pengunjung di Ramadhan on the Street.

Keberadaan Ramadhan on the Street bukan hanya meramaikan suasana Ramadan, tetapi juga menghidupkan ekonomi para pedagang kecil di Wonosobo. Dengan lokasinya yang strategis, tempat ini menjadi tujuan favorit bagi para pencari kuliner khas untuk berbuka puasa.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →
Ikan arwana Super Red asal Kalimantan Barat yang dikenal dari kawasan Kapuas Hulu dan Danau Sentarum.

Kearifan Lokal Menjaga Arwana Super Red Kalbar

Arwana Super Red Kalimantan Barat dikenal di pasar ikan hias internasional. Di sekitar Danau Sentarum, pengetahuan dan keterlibatan masyarakat berperan menjaga kelestarian ikan kebanggaan daerah ini.

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati