Warisan peradaban masa silam Megalitikum kerap lekat dengan daerah Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Namun, daerah ini tidak hanya dikenal karena megalitikumnya, tetapi juga pusat penting dalam penyebaran agama Katolik pada masa kolonial.
Salah satu bukti nyata dari sejarah tersebut adalah “Gereja Santo Mikhael”, yang berada di Desa Pajar Bulan, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi. Gereja ini merupakan salah satu peninggalan kolonial yang paling bersejarah dan penting di Sumatera Selatan.
Didirikan pada tahun 1898 oleh Pastor Jan Van Kamper Scj, “Gereja Santo Mikhael” tercatat sebagai gereja Katolik tertua di seluruh Sumatera Selatan. Lokasinya di simpang tiga Desa Pajar Bulan.
Berusia 126 Tahun
Gereja ini memiliki bangunan yang sederhana namun tetap kokoh, meskipun sudah berusia lebih dari 125 tahun. Keberadaannya menjadi simbol kuat perkembangan agama Katolik di Tanjung Sakti sejak masa kolonial Belanda.
Pada zaman kolonial Belanda, Tanjung Sakti menjadi pusat penyebaran agama Katolik di Sumatera Selatan. Keberadaan “Gereja Santo Mikhael” menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi para rohaniwan dan jemaat Katolik.
Hingga kini, gereja ini masih aktif digunakan beribadah dan tempat penting umat Katolik yang ingin menjalankan misa serta wisatawan yang tertarik mengunjungi destinasi wisata religi.
Baca juga: Pesona Danau Batu Berlatar Bukit Barisan di Kabupaten Lahat
Wisata Religi di Gereja Berusia 125 Tahun
Seiring dengan usianya yang sudah mencapai 125 tahun, Gereja Santo Mikhael tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi.
Banyak wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan arsitektur gereja dan menelusuri sejarah panjang penyebaran agama Katolik di Lahat. Lokasinya mudah dijangkau serta suasana yang tenang menjadikan tempat ini ideal untuk ziarah maupun refleksi spiritual.
Adanya “Gereja Santo Mikhael”, Tanjung Sakti tidak hanya diingat sebagai daerah kaya situs megalitikum, tetapi juga sebagai pusat sejarah penyebaran agama Katolik di Sumatera Selatan.
Bagi para pecinta sejarah dan wisata religi, gereja ini menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. (Achmad Aristyan)