Budaya

Gunung Padang, Peradaban Kuno di Tanah Pasundan

Gunung Padang, yang dalam bahasa masyarakat setempat berarti “Gunung Terang,” menjadi salah satu situs megalitik paling menarik di Indonesia. Nama ini muncul karena adanya kepercayaan, pada malam tertentu, tempat ini bersinar terang dan kadang terdengar suara musikal misterius. Meskipun disebut gunung, Gunung ini sebenarnya adalah sebuah bukit dengan ketinggian sekitar 885 meter di atas permukaan […]

Oleh Achmad Aristyan

Gunung Padang, Peradaban Kuno di Tanah Pasundan
Kawasan Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Foto: Googlemaps/ Endi Permana
Diterbitkan

Gunung Padang, yang dalam bahasa masyarakat setempat berarti “Gunung Terang,” menjadi salah satu situs megalitik paling menarik di Indonesia. Nama ini muncul karena adanya kepercayaan, pada malam tertentu, tempat ini bersinar terang dan kadang terdengar suara musikal misterius. 

Meskipun disebut gunung, Gunung ini sebenarnya adalah sebuah bukit dengan ketinggian sekitar 885 meter di atas permukaan laut (mdpl).  Terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kawasan unung  dapat dijangkau dengan perjalanan sekira 1,5 jam atau 45 kilometer dari pusat kota Cianjur.

Situs Megalitik Terbesar 

Melansir dari indonesiakaya.com, Gunung Padang dikenal sebagai situs megalitik berbentuk punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Tradisi punden berundak ini mencerminkan era megalitik (dari kata mega yang berarti besar dan lithos yang berarti batu), dengan bebatuan andesit basaltis berwarna abu-abu gelap yang mendominasi struktur situs ini. 

Keberadaan situs ini membuktikan bahwa peradaban manusia di wilayah Nusantara telah mencapai tingkat kemajuan tertentu jauh sebelum masa modern.  Selain sebagai tempat bersejarah, Gunung ini juga menjadi destinasi wisata. 

Berjalan di antara susunan batu-batu besar memberikan sensasi seakan melintasi lorong waktu ke masa pra-sejarah, mengingatkan pada kekayaan sejarah yang dimiliki bangsa Indonesia. Panorama di sekitar situs ini juga memiliki panorama yang indah.

Baca juga: Panorama Gunung dan Udara Sejuk Puncak Darajat Garut

Menghargai Peradaban  

Penelitian menggunakan metode “karbon dating” menunjukkan bahwa lapisan bawah situs ini diperkirakan berusia hingga 20.000 tahun, jauh lebih tua dari piramida di Mesir. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Gunung Padang bisa menjadi salah satu peradaban tertua di dunia.

Situs Gunung Padang dipercaya bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sebuah pusat ritual. Penataan batu andesitnya diduga memiliki keterkaitan dengan fungsi astronomis dan kepercayaan masyarakat purba terhadap alam semesta.

Penelitisan terkait Gunung Padang memiliki situs berupa sebuah piramida purba yang dibangun lebih 2.3000 tahun yang lalu mencuat di sekitar tahun 2012. Namun teori piramida di bawah situs punden berundak Gunung Padang itu dimentahkan teori sejumlah ahli arkeologi, sejarah dan geologi.

Para ahli dari Barat pun ramai-ramai membantah studi yang mengklaim situs Gunung Padang sebagai piramida tertua di dunia. Mereka menilai klaim tersebut tak terbukti secara ilmiah.

Saat ini, situs Megalitikum Gunung Padang tidak hanya menyimpan sejarah yang kaya, tetapi juga mengundang rasa ingin tahu terhadap bagaimana manusia zaman dahulu menciptakan karya besar yang masih bertahan hingga kini. Tempat ini menjadi simbol kebanggaan akan warisan leluhur Nusantara. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya08 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan