Pariwisata

Gunung Papandayan: Pesona Kawah, Edelwis dan Hutan Mati

Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, memiliki daya tarik tersendiri bagi wiatawan. Keindahan bunga edelweisnya, bau belerang, hingga pemandangan alam yang menakjubkan membuat pengunjung semakin betah berada di kawasan wisata ini. Bagi pendaki pemula, Gunung Papandayan memiliki medan yang bersahabat. Gunung berketinggian 2.665 MDPL ini memiliki jalur pendakaian yang tidak terlalu sulit. Terletak di Kecamatan […]

Oleh Anisa Kurniawati

Gunung Papandayan: Pesona Kawah, Edelwis dan Hutan Mati
Panorama Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. Foto: disparbud.jabarprov.go.id
Diterbitkan

Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat,  memiliki daya tarik tersendiri bagi wiatawan. Keindahan bunga edelweisnya, bau belerang, hingga pemandangan alam yang menakjubkan membuat pengunjung semakin betah berada di kawasan wisata ini. 

Bagi pendaki pemula, Gunung Papandayan memiliki medan yang bersahabat. Gunung berketinggian 2.665 MDPL ini memiliki jalur pendakaian yang tidak terlalu sulit. Terletak di Kecamatan Cisurupan dan Kabupaten Garut, ada dua jalur yang biasa digunakan dalam mendaki. 

Pertama, melalui jalur Cisurupan yang memiliki trek mudah dan lebih aman.  Jalur ini pilihan bagi para pendaki pemula. Jalur kedua yaitu Pengalengan, jalur ini masih alami dan menantang. Saat menempuh perjalanan menuju puncak, pendaki akan melintasi hamparan padang bunga edelweis. Pemandangan menarik lainnya yaitu pemandangan pepohonan kering akibat erupsi.

Baca juga: Gunung Ciremai, Wisata Alam Ke Atap Negeri Pasundan

Gunung Papandayan juga memiliki destinasi wisata menarik yakni Kawah Mas, Kawah Baru, dan Hutan Mati. Gunung ini termasuk masih aktif, dan tercatat sudah terjadi 4 kali letusan. Terakhir meletus pada tahun 2002. Kawah-kawah disana sering berpindah-pindah secara acak. Setidaknya terdapat 14 kawah di gunung ini. 

Kawah Mas menjadi kawah paling besar. Letusan yang terjadi pada tahun 2002, mengakibatkan terbentuk Kawah Baru. Kawah Baru ini memiliki danau air dingin berdiameter 10 meter, berada tepat di bawah kawah. Uniknya danau ini berwarna hijau kehitaman, terkadang bening dan tak berwarna.

Objek menarik lainnya yaitu Hutan Mati. Kawasan hutan mati terlihat menyeramkan tetapi memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung. Perpaduan  antara pohon-pohon kering berwarna hitam dan tanah putih menjadikan pemandangan yang indah. Hutan mati adalah kawasan pohon-pohon mati yang terbakar akibat letusan Gunung Papandayan.

Baca juga: Wisata di Balik Pegunungan Menoreh Kulon Progo

Area lain yang menarik adalah Ghober Hoet. Tempat ini merupakan kawasan alternatif untuk mendirikan tenda saat Pondok Saladah penuh. Kawasan ini memiliki pemandangan ke bawah gunung yang indah. Meski terdiri dari hamparan tanah dengan sedikit bebatuan, tempat ini tetap memberikan pemandangan menawan. Terlebih lagi area ini memiliki fasilitas sumber air bersih dan toilet. 

Gunung Papandayan sabagt tepat bagi para pencinta alam, petualang, ataupun yang hanya sekadar untuk menikmati pemandangan saja. Ditambah lagi dengan jalur yang mudah dan destinasi wisata yang menarik. Namun, tetap memperhatikan keselamatan bila berkunjung ke kawasan ini.(Diolah dari berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata11 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati