Pariwisata

Istana Kuning: Ikon Budaya Kalimantan Tengah yang Memikat

Salah satu peninggalan penting yang mencerminkan perkembangan budaya dan sejarah kerajaan Islam di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah adalah Istana Kuning. Bangunan ini merupakan Istana Kerajaan Kesultanan Kutaringin. Wilayah Kotawaringin Barat yang telah lama terkenal sebagai salah saatu habitat terbesar orang utan dan penyu di Kalimantan, juga memiliki warisan budaya yang signifikan. Sebagai salah satu destinasi […]

Oleh Anisa Kurniawati

Istana Kuning: Ikon Budaya Kalimantan Tengah yang Memikat
Istana Kuning di Kotawaringin, Kalimantan Tengah Foto: pinterest/ widya
Diterbitkan

Salah satu peninggalan penting yang mencerminkan perkembangan budaya dan sejarah kerajaan Islam di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah adalah Istana Kuning. Bangunan ini merupakan Istana Kerajaan Kesultanan Kutaringin.

Wilayah Kotawaringin Barat yang telah lama terkenal sebagai salah saatu habitat terbesar orang utan dan penyu di Kalimantan, juga memiliki warisan budaya yang signifikan.

Sebagai salah satu destinasi wisata, Kotawaringin Barat menawarkan pengalaman yang berbeda dari tujuan wisata populer seperti Bali atau Yogyakarta. 

Peninggalan Kerajaan Kutaringin

Dilansir dari Indonesia.go.id, salah satu daya tarik utama di Pangkalan Bun adalah Istana Kuning, peninggalan Kerajaan Kutaringin. Bangunan ini tidak sepenuhnya didominasi warna kuning, hanya gerbang depannya yang mencolok.

Istana ini didirikan Pangeran ke-9 Kerajaan Kutaringin, Imanudin yang menjadi simbol penting perkembangan budaya dan kerajaan Islam di wilayah itu.

Istana Kuning adalah istana kedua yang dibangun Kerajaan Kutaringin, menggantikan Istana Al Musari. Nama “Kuta” berasal dari pohon beringin yang membentuk pagar di sekitarnya. 

Sebagian besar struktur Istana Kuning terbuat dari kayu ulin, yang dikenal karena kekuatannya. Kayu ini sendiri sering digunakan dalam bangunan tradisional Kalimantan Tengah.

Setelah kebakaran tahun 1986, Istana Kuning dipugar dan sejak itu menjadi destinasi wisata. 

Daya Tarik Istana Kuning

Di halaman istana, terdapat empat meriam yang menjadi latar belakang foto favorit para pengunjung. Tidak ada penjelasan atau keterangan lebih lanjut mengenai penggunaan meriam itu.

Bangunan ini memiliki empat bagian dengan arsitektur berbeda. Arsitektur perpaduan dari bangsal bergaya rumah bentang Dayak, Balai Rumbang dengan ornamen khas Tiongkok.

Selain itu juga Keraton Dalam Kuning dan Balai Pahaderan yang bergaya Melayu. Motif ukiran pada tiang-tiang istana, seperti daun, bunga teratai, dan pakis di guci, memiliki makna simbolis, dengan guci melambangkan hati.

Meskipun interior istana terbilang kosong, beberapa foto lawas yang menampilkan raja dan pangeran Kerajaan Kutaringin masih dapat ditemukan.

Mengunjungi Istana Kuning memberikan wawasan tentang sejarah dan budaya Islam di Kalimantan Tengah. Untuk melengkapi pengalaman wisata, pengunjung dapat menjelajahi destinasi lain di sekitar kawasan Pangkalan Bun.

Desitinasi wisata itu seperti Taman Nasional Tanjung Puting yang merupakan habitat orangutan terakhir di dunia. Kemudian Kebun Raya Pangkalan Bun, Pantai Pulau Kecil, Pedepokan Dayak Pangkalan Bun, dan Danau Sembuluh.

TopikPariwisata
Pariwisata13 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati