Budaya

Kesenian Dengklung, Dari Media Dakwah Hingga Hiburan 

Bisa jadi banyak yang baru mendengar nama kesenian Dengklung yang berasal dari Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kesenian bernafaskan Islam ini merupakan perpaduan unik antara musik tradisional Jawa dan irama Timur Tengah. Nama “Dengklung” sendiri merujuk pada alat musik yang digunakan dalam pertunjukan ini. Dikutip dari regional.espos.id, Dengklung diambil dari bunyi instrumen yang dibunyikan yakni dheng […]

Oleh Anisa Kurniawati

Kesenian Dengklung, Dari Media Dakwah Hingga Hiburan 
Dengklung dari Kabupaten Batang, Jawa Tengah, merupakan jenis kesenian selawatan. Foto: Tangkapan layar Youtube/SMP N 2 Blado
Diterbitkan

Bisa jadi banyak yang baru mendengar nama kesenian Dengklung yang berasal dari Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kesenian bernafaskan Islam ini merupakan perpaduan unik antara musik tradisional Jawa dan irama Timur Tengah.

Nama “Dengklung” sendiri merujuk pada alat musik yang digunakan dalam pertunjukan ini. Dikutip dari regional.espos.id, Dengklung diambil dari bunyi instrumen yang dibunyikan yakni dheng bunyi dari kendhang dan klung dari kemung.

Media Dakwah

Perkembangan kesenian Dengklung di Kabupaten Batang muncul sekitar abad ke-18, seiring dengan masuknya agama Islam. Pada awalnya dengklung dibawa dari kelompok jemaah masjid yang dipimpin para ulama dan pemuka agama.

Mereka menginginkan supaya agama Islam di Batang semakin berkembang. Oleh sebab itu, sehabis salat berjemaah, para santri dan ulama di Batang berkumpul dan mengadakan selawatan, puji-pujian, diiringi genderang. 

Kesenian ini akhirnya digunakan sebagai media dakwah dalam menyebarkan agama Islam. Karena sebagai media berdakwah, dengklung tidak boleh dipentaskan pada sembarang waktu.

Selain itu, Dengklung juga berfungsi sebagai media upacara adat yang bersifat keagamaan. Upacara itu seperti upacara selamatan, tingkeban (tujuh bulan usia kehamilan anak pertama), kelahiran, perkawinan, khitanan, dan kematian. 

Baca juga: Asal Usul (Kota) Batang Dan Kisah Ki Ageng Bahurekso

Pertunjukan Bernafaskan Religi

Dengklung dari Kabupaten Batang merupakan jenis kesenian selawatan. Instrumen yang digunakan adalah genderang (semacam terbang), atau biasa disebut kendhang buntung karena bentuknya seperti kendhang yang terpotong.  

Alat musik yang digunakan pada kesenian dari Batang ini berjumlah 7 buah kendhang buntung jemling, bibit, kemung, kempur, jidhur, kendhang dan tamri.

Ciri khas lain dari kesenian ini adalah penggunaan syair-syair Islami dalam bahasa Arab. Syair ini berisi puji-pujian dan kisah kehidupan Rasulullah SAW yang diambil dari kitab Al Berzanzi atau yang biasa disebut berjanjen.

Semula jenis kesenian yang menggunakan instrumen terbang bernama selawatan, tetapi kesenian ini berkembang ke daerah lain, sehingga setiap daerah memiliki nama sendiri-sendiri

Hingga kini meski masih tetap bernafaskan Islam, seiring dengan perkembangannya, kesenian ini juga digunakan sebagai media hiburan.

TopikBudaya
Budaya04 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati