Profil

Kue Keranjang Ny. Lauw, Ikon Tradisi Imlek Sejak Tahun 60an

Menjelang Tahun Baru Imlek, pasar tradisional hingga toko-toko kue ramai menawarkan berbagai jenis kue keranjang, makanan khas yang tak terpisahkan dari tradisi perayaan Imlek. Di antara banyaknya produsen, Dodol & Kue Ny. Lauw dari Tangerang telah menjadi nama legendaris yang dikenal sejak 1960-an. Beroperasi lebih dari setengah abad, merek ini terus bertahan dengan dapur tradisional […]

Oleh Achmad Aristyan

Kue Keranjang Ny. Lauw, Ikon Tradisi Imlek Sejak Tahun 60an
Kue keranjang Ny. Lauw telah menjadi ikon Imlek sejak tahun 1960-an. Foto: Kompas.com/Antonius Aditya Mahendra
Diterbitkan

Menjelang Tahun Baru Imlek, pasar tradisional hingga toko-toko kue ramai menawarkan berbagai jenis kue keranjang, makanan khas yang tak terpisahkan dari tradisi perayaan Imlek.

Di antara banyaknya produsen, Dodol & Kue Ny. Lauw dari Tangerang telah menjadi nama legendaris yang dikenal sejak 1960-an. 

Beroperasi lebih dari setengah abad, merek ini terus bertahan dengan dapur tradisional dan kualitas tak tertandingi.  

Sejarah dan Perkembangan Kue Keranjang Ny. Lauw

Dimulai pada 1960-an dengan produksi harian hanya 5 hingga 10 kilogram, Dodol & Kue Ny. Lauw kini mampu menghasilkan lebih dari 5 ton setiap musim Imlek.

Meski teknologi modern telah membawa kemudahan di berbagai sektor, rumah produksi ini memilih mempertahankan proses tradisional yang dianggap mampu menjaga cita rasa autentik.  

Iin, generasi ketiga yang kini mengelola usaha keluarga ini, berbagi rahasia keberhasilan mereka. Menurutnya, kualitas adalah kunci utama yang membuat kue keranjang Ny. Lauw tetap diminati hingga kini.  

Komitmen pada Kualitas  

“Kami selalu menjaga bahan-bahan utama seperti kelapa, gula aren, dan ketan agar tetap berkualitas tinggi,” ujar Iin dilansir dari kompas.com.

Meskipun fluktuasi harga bahan baku sering terjadi, rumah produksi ini tidak pernah kompromi dalam pemilihan bahan.  

“Biar harganya lebih mahal, tetap saya beli. Yang penting ketannya bagus,” tambah Iin. Komitmen ini tak hanya mempertahankan rasa, tetapi juga menjaga kepercayaan pelanggan yang telah setia selama bertahun-tahun.  

Proses Seleksi Ketat  

Selain menjaga bahan baku, Iin juga memastikan bahwa kue yang dipasarkan harus melalui seleksi ketat. Produk dengan cacat, seperti daun pembungkus sobek, dijual terpisah tanpa logo dengan harga lebih rendah. 

Langkah ini menunjukkan dedikasi mereka dalam memberikan produk terbaik kepada pelanggan.  

Pelengkap Tradisi Keluarga  

Kue keranjang Ny. Lauw tidak hanya populer di kalangan pelanggan tetap, tetapi juga menjadi simbol kehangatan keluarga saat Imlek.

Dengan tekstur kenyal dan rasa manis yang khas, kue ini melambangkan harapan akan keberuntungan dan kebahagiaan di tahun mendatang.  

Keberhasilan Dodol & Kue Ny. Lauw tidak hanya menjadi bukti ketangguhan dalam bisnis, tetapi juga kontribusi besar dalam melestarikan budaya.

Dalam dunia yang semakin modern, tetap menggunakan metode tradisional adalah bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.  

Bagi keluarga Lauw, setiap kue yang mereka hasilkan bukan sekadar produk, melainkan cerita panjang perjuangan dan tradisi yang terus hidup. Dengan mempertahankan kualitas, mereka memastikan bahwa rasa autentik kue keranjang tetap dikenang dari generasi ke generasi.

TopikProfil
Profil27 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Profil

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan