Cerita Rakyat

Legenda Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari, Cerita Rakyat Widodaren

Jaka Tarub, tokoh legenda dalam cerita rakyat Jawa, dikenal sebagai bagian dari kisah Babad Tanah Jawi. Cerita ini menjadi salah satu narasi penting yang melatarbelakangi asal-usul dinasti Mataram. Nama Jaka Tarub sering dikaitkan dengan Desa Widodaren di Ngawi, Jawa Timur. Nama desa ini dipercaya berasal dari kata widodari atau bidadari, sesuai dengan legenda yang menyebutkan […]

Oleh Achmad Aristyan

Legenda Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari, Cerita Rakyat Widodaren
Ilustrasi Legenda Joko Tarub. Foto: Tangkapan layar Youtube/Dogeng Kita
Diterbitkan

Jaka Tarub, tokoh legenda dalam cerita rakyat Jawa, dikenal sebagai bagian dari kisah Babad Tanah Jawi. Cerita ini menjadi salah satu narasi penting yang melatarbelakangi asal-usul dinasti Mataram. 

Nama Jaka Tarub sering dikaitkan dengan Desa Widodaren di Ngawi, Jawa Timur. Nama desa ini dipercaya berasal dari kata widodari atau bidadari, sesuai dengan legenda yang menyebutkan adanya sendang tempat para bidadari mandi.

Hingga kini, makam Jaka Tarub masih menjadi petilasan yang dihormati.  

Legenda Jaka Tarub  

Jaka Tarub adalah pemuda gagah dengan kesaktian luar biasa. Suatu hari, ia menyaksikan tujuh bidadari tengah mandi di sebuah telaga di kawasan gunung keramat. 

Tertarik pada kecantikan salah satu bidadari bernama Nawangwulan, Jaka Tarub mencuri selendangnya, yang merupakan kunci bagi Nawangwulan untuk kembali ke kahyangan.

Ketika Nawangwulan menyadari kehilangan selendangnya, ia terpaksa tetap di dunia manusia. Jaka Tarub berpura-pura menawarkan bantuan, dan akhirnya mereka menikah.

Dari pernikahan itu lahir seorang putri bernama Nawangsih. 

Namun, pernikahan mereka tidak sepenuhnya bahagia karena Jaka Tarub melanggar larangan Nawangwulan untuk membuka penutup nasi yang telah mengungkap rahasia kebiasaan uniknya dalam memasak.

Rahasia Nawangwulan yakni setiap kali memasak, ia hanya mengambil satu butir padi dari lumbung mereka. Tetapi ajaibnya padi itu selalu cukup untuk seluruh keluarga.

Setelah kesaktiannya hilang akibat pelanggaran itu, persediaan gabah mereka menipis. 

Dalam proses itu, Nawangwulan menemukan selendangnya yang disembunyikan Jaka Tarub. Marah dan kecewa, Nawangwulan memutuskan kembali ke kahyangan, meninggalkan Jaka Tarub dan Nawangsih. Meski begitu, ia tetap kembali sesekali untuk menyusui Nawangsih.  

Warisan Jaka Tarub  

Usai berpisah dengan Nawangwulan, Jaka Tarub menjadi pemuka desa dengan gelar Ki Ageng Tarub. Hubungannya dengan Kerajaan Majapahit tercermin dari persahabatannya dengan Raja Brawijaya. 

Peristiwa penting dalam hidupnya yakni kedatangan Bondan Kejawan, anak angkat Brawijaya, yang kemudian menikahi Nawangsih. Keturunan mereka menjadi leluhur dari Panembahan Senapati, pendiri Kesultanan Mataram.  

Legitimasi Dinasti Mataram 

Meski Babad Tanah Jawi menyimpan banyak elemen mitos, cerita Jaka Tarub memiliki daya tarik tersendiri karena menggambarkan perpaduan manusia dan makhluk kahyangan.

Kisah ini dianggapsebagai upaya memperkuat legitimasi  posisi dinasti Mataram di masyarakat Jawa.

Nawangsih, sebagai tokoh campuran manusia dan bidadari, menjadi simbol keistimewaan garis keturunan raja-raja Mataram. Kisah Jaka Tarub juga memperlihatkan nilai-nilai moral, seperti akibat dari pelanggaran janji, cinta yang harus dibayar dengan pengorbanan, serta hubungan antara manusia dan alam gaib yang penuh misteri. 

Hingga kini, legenda ini terus dikenang sebagai salah satu cerita rakyat yang memperkaya budaya dan sejarah Jawa.  (Dari berbagai sumber)

TopikCerita Rakyat
Cerita Rakyat07 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Cerita Rakyat

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan