Cerita Rakyat

Legenda Kali Mewek di Malang dan Kisah Penculikan Ken Dedes

Kali Mewek di Kota Malang, Jawa Timur dikenal melalui legenda yang melibatkan sosok Ken Dedes. Sungai ini pun menjadi bagian dari cerita rakyat yang berkembang seiring berjalannya waktu. Meski hadir dengan banyak versi namun tetap berkaitan langsung dengan sosok Ken Dedes. Salah satu versi yang paling terkenal yakni berkaitan dengan kisah penculikan Ken Dedes oleh […]

Oleh Achmad Aristyan

Legenda Kali Mewek di Malang dan Kisah Penculikan Ken Dedes
Ilustrasi Kali Mewek yang berada di Kota Malang. Tangkapan Layar YouTube Junaway
Diterbitkan

Kali Mewek di Kota Malang, Jawa Timur dikenal melalui legenda yang melibatkan sosok Ken Dedes.

Sungai ini pun menjadi bagian dari cerita rakyat yang berkembang seiring berjalannya waktu. Meski hadir dengan banyak versi namun tetap berkaitan langsung dengan sosok Ken Dedes.

Salah satu versi yang paling terkenal yakni berkaitan dengan kisah penculikan Ken Dedes oleh Tunggul Ametung.

Dari kisah rakyat yang dilansir dari YouTube Junaway, Ken Dedes adalah seorang wanita cantik asal Panawijyan (Saat ini bernama Polowijen, Kelurahan di kecamatan Blimbing, Kota Malang) yang menarik perhatian banyak pria.

Ken Dedes adalah putri dari Mpu Purwa.

Suatu hari, ketika Ken Dedes sedang mandi di sungai, ia diculik Tunggul Ametung, seorang Akuwu (kepala daerah Zaman Kediri) di wilayah Tumapel.

Selama dalam penculikan, Ken Dedes berusaha meronta dan menangis (mewek). Tangisan yang terus terdengar di sepanjang sungai akhirnya menjadi asal-usul nama Kali Mewek.

Baca juga: Kisah Joko Lelono dalam Legenda Umbul Naga

Agung Buana, pemerhati budaya Kota Malang, menjelaskan, menurut cerita rakyat, nama sungai itu dikaitkan dengan tangisan Ken Dedes yang terus berlanjut saat dirinya diculik.

Tangisan itu membuat sungai itu dikenal dengan nama Kali Mewek, yang berasal dari kata “mewek,” yang berarti menangis. Tidak hanya itu, tangisan Ken Dedes juga didengar ayahnya, Mpu Purwa.

Mendengar suara tangisan anaknya, Mpu Purwa murka dan mengutuk wilayah Panawijyan menjadi tanah yang gersang, di mana sumur-sumur akan mengering.  

Ia juga mengutuk siapa saja yang menculik Ken Dedes akan mati tertusuk keris. Kutukan ini pun terwujud dan menjadi kenyataan di masa depan. Ketika Tunggul Ametung yang telah menikahi Ken Dedes, terbunuh setelah ditusuk pengawalnya bernama Ken Arok dengan keris Mpu Gandring. 

Baca juga: Kisah Amat Mude, Putra Mahkota yang Terbuang

Agung Buana menambahkan, kutukan Mpu Purwa juga berhubungan sikap masyarakat sekitar yang hanya diam ketika melihat Ken Dedes diculik Tunggul Ametung, penguasa Akuwu Tumapel.

Ketidakpedulian warga pada saat itu membuat Mpu Purwa mengutuk mereka.

Selain cerita penculikan Ken Dedes oleh Tunggul Ametung, ada pula versi lain yang mengisahkan Ken Dedes dijodohkan dengan Joko Lola.

Pada hari pernikahan mereka, keduanya diarak ke sebuah kali, namun karena Ken Dedes menolak menikahi Joko Lola, ia menangis di tepi kali. Karena tangisannya, kali itu kemudian dikenal dengan nama Kali Mewek. (Dari berbagai sumber)

TopikCerita Rakyat
Cerita Rakyat15 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Cerita Rakyat

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan