Berita

Lima Bangunan di Sleman Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya 

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sleman, Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman menyampaikan ada lima Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang ditetapkan menjadi Cagar Budaya (CB) pada 2024. Kepala Bidang Warisan Budaya Disbud Sleman, Esti Listyowati mengatakan ada 25 ODCB yang menjadi sasaran kajian oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Disbud Sleman sepanjang 2024. Dari jumlah […]

Oleh Anisa Kurniawati

Lima Bangunan di Sleman Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya 
Eks Stasiun Maguwo Lama yang ditetapkan menjadi cagar budaya Foto: wikipedia
Diterbitkan

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sleman, Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman menyampaikan ada lima Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang ditetapkan menjadi Cagar Budaya (CB) pada 2024.

Kepala Bidang Warisan Budaya Disbud Sleman, Esti Listyowati mengatakan ada 25 ODCB yang menjadi sasaran kajian oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Disbud Sleman sepanjang 2024. Dari jumlah tersebut, ada lima ODCB yang telah mendapat SK Bupati Sleman.

Melansir dari jogja.disway.id, dua puluh lima ODCB terbagi menjadi empat kategori. Empat tersebut, yaitu Bangunan, Struktur, Benda, dan Situs.

Kategori Bangunan mencakup Balai Istirahat Pegawai, Balai Istirahat Karyawan, Eks Stasiun Maguwo Lama, dan Kantor Disdukcapil Sleman. 

Kategori Struktur mencakup Candi 1 Candi Barong dan Candi 2 Candi Barong, Candi Miri, Sumur Bandung, Pasar Turi, Kolam Ratuboko, Jalan Keraton Ratu Boko, Gerbang 1 Ratu Boko, Gerbang 2 Ratu Boko, dan Candi Putih Ratu Boko.

Kategori Benda mencakup Arca Dewa Wisnu 1 Candi Barong, Arca Dewa Wisnu 2 Candi Barong, Arca Dewi Sri 1 Candi Barong, Arca Dewi Sri 2 Candi Barong, Arca Nandi Candi Miri, Arca Dewa Siwa Candi Miri, Yoni Candi Miri, Candi Pembakaran, dan Garuda. Kategori Situs mencakup Situs Lokasi Perundingan Komisi Tiga Negara (KTN).

Baca juga: Kopi Bulan Madu Bondowoso, Rahasia Penambah Stamina Alami

Lima Bangunan Cagar Budaya 

Dari daftar terebut, lima ODCB yang ditetapkan menjadi CB, yaitu Balai Istirahat Karyawan dan Balai Istirahat Pegawai di Kalurahan Hargobinangun, Pakem; Eks Stasiun Maguwo Lama di Kalurahan Maguwoharjo, Depok; Kantor Disdukcapil Sleman di Kalurahan Tridadi, Sleman; dan Situs Lokasi Perundingan KTN di Kalurahan Hargobinangun, Pakem.

“Kalau kajian yang kami lakukan sudah selesai semua. Pengajuan SK ke Bagian Hukum Setda Sleman,” kata Esti dikutip dari harianjogja.com. 

Esti menambahkan pemeliharaan CB menjadi kewajiban pemilik atau pengelola sah yang bersangkutan. Disbud Sleman memberikan apresiasi kepada pemilik CB yang menjaga kelestarian CB, dengan memberikan insentif sebesar Rp15 juta untuk setiap CB yang dirawat dengan baik. 

Tahun sebelumnya, apresiasi ini diberikan kepada empat CB: Stupa Mintorogo, Balai Desa Klajuran, Hostel Vogels, dan Wisma Merapi Indah 1. Namun, tidak termasuk Candi atau Arca yang jadi kewenangan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X. 

Kepala Disbud Sleman, Edy Winarya, menekankan pentingnya upaya pengembangan dan pemanfaatan CB yang melibatkan kerjasama lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pariwisata untuk mengembangkan potensi pariwisata CB.

TopikBerita
Berita14 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati