Berita Foto

Suling Tambur Warnai Festival Pesona Raja Ampat 2026

Sebanyak sembilan tim pelajar mengikuti Lomba Suling Tambur dalam Festival Pesona Raja Ampat 2026 di Waisai. Permainan musik tradisional Papua ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan seni budaya daerah.

Oleh Ridwan6 foto

Sejumlah anggota grup suling tambur menampilkan atraksi pada Festival Pesona Raja Ampat. Dok.Dinas Pariwisata Raja Ampat

Sembilan tim pelajar mengikuti Lomba Suling Tambur dalam Festival Pesona Raja Ampat 2026 di Waisai, Kamis (16/10/2026). Mereka memainkan suling dan tambur secara berkelompok dengan mengandalkan kekompakan dan irama. Penampilan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan memperkenalkan seni tradisional Papua melalui festival budaya. Foto-

foto: Leo/InfoPublik.id

Perpaduan suara suling dan tabuhan tambur mengiringi penampilan peserta Lomba Suling Tambur di Waisai, Raja Ampat. Setiap kelompok berusaha menjaga irama dan kekompakan sepanjang perlombaan. Kesenian ini menjadi bagian dari kekayaan budaya Papua yang terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui Festival Pesona Raja Ampat 2026.

Foto: Leo/InfoPublik.id

Para walikota memimpin masing-masing kelompok dalam Lomba Suling Tambur Festival Pesona Raja Ampat 2026. Kehadiran walikota cilik dengan atribut bernuansa budaya Papua menambah semarak penampilan peserta. Keterlibatan pelajar dalam perlombaan ini memberi ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan budaya sekaligus mengenal seni tradisional daerahnya.

Foto: Leo/InfoPublik.id

Peserta Lomba Suling Tambur memainkan alat musik tradisional dalam perjalanan dari halaman Kantor Bupati Raja Ampat menuju Pantai Waisai Torang Cinta (WTC). Sepanjang rute, iringan suling dan tambur menjadi bagian dari kemeriahan Festival Pesona Raja Ampat 2026 yang mengangkat tema “Harmoni Bahari dan Budaya Maritim”.

Foto: Leo/InfoPublik.id

Lomba Suling Tambur menjadi salah satu agenda Festival Pesona Raja Ampat 2026 yang melibatkan sembilan tim pelajar. Melalui penampilan berkelompok, para peserta memperlihatkan permainan musik tradisional yang membutuhkan koordinasi dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan seni budaya Papua kepada generasi muda agar tetap dikenal, dicintai, dan dilestarikan.

Foto: Leo/InfoPublik.id

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?