Tradisi

Malam Berinai, Tradisi Sebelum Akad Pernikahan Melayu Jambi

Tradisi malam berinai merupakan upacara pemberian inai kepada calon pengantin yang dilakukan sebelum akad nikah dilaksanakan di Propinsi Jambi. Bainai artinya melekatkan daun inai ke kuku calon pengantin wanita. Provinsi Jambi melahirkan banyak kebudayaan, salah satu nya yaitu tata rias berinai yang sering digunakan pengantin wanita. Tata rias berinai pada pengantin Melayu Jambi ini sudah […]

Oleh Anisa Kurniawati

Malam Berinai, Tradisi Sebelum Akad Pernikahan Melayu Jambi
Tradisi malam berinai merupakan upacara pemberian inai kepada calon pengantin. Foto: Wedding Market
Diterbitkan

Tradisi malam berinai merupakan upacara pemberian inai kepada calon pengantin yang dilakukan sebelum akad nikah dilaksanakan di Propinsi Jambi. Bainai artinya melekatkan daun inai ke kuku calon pengantin wanita. 

Provinsi Jambi melahirkan banyak kebudayaan, salah satu nya yaitu tata rias berinai yang sering digunakan pengantin wanita. Tata rias berinai pada pengantin Melayu Jambi ini sudah dilakukan turun temurun dari dulu hingga sekarang. 

Malam berinai biasanya dilaksanakan pada malam hari setelah selesai sholat isya. Tujuannya membuat calon pengantin agar lebih tampak bercahaya dan menarik ketika hendak menjalani akad pada keesokan harinya. 

Selain itu juga sebagai simbol tanda kesiapan serta menjadi malam terakhir melepas malam lajang saat menuju kehidupan baru yaitu rumah tangga. Upacara berinai juga bertujuan untuk menjauhkan diri dari bencana, membersihkan dan menjaga dari hal yang tidak baik.

Baca juga: Kenduri Riau Suguhkan Kekayaan Budaya Melayu

Prosesi Malam Berinai 

Ada 3 macam prosesi berinai, yaitu berinai curi, berinai tengah, berinai besar. Namun, kini malam berinai dilakukan satu tempat dan satu malam saja untuk mempersingkat waktu dan biaya. 

Pada zaman dahulu berinai pada kuku kaki dan kuku tangan pengantin menggunakan daun pacar. Sebagian suku melayu percaya barang siapa yang tidak melakukan tradisi berinai akan muncul petaka bagi calon pengantin. Inai atau pacar arab sendiri adalah tumbuhan yang sering digunakan para perempuan untuk menghias kuku sebelum adanya inai instan. 

Prosesi berinai diawali memetik daun inai, menggiling hingga halus, lalu dibagi dua untuk  pengantin wanita dan pria atau menggunakan inai instan. Tahap awal dari tradisi ini yaitu membaringkan pengantin perempuan di atas tikar pandan. 

Baca juga; Bundokanduang Padang Hidupkan Lagi Tradisi Mancucuak Suntiang

Kemudian pengantin perempuan ditutupi dengan tabir kelek anak sebagai pembatas pelaminan. Selama proses berlangsung akan ada Mak Andam yang berperan sebagai pemersatu dua keluarga. Mak Andam ini akan menyalakan lilin sepanjang proses berlangsung. 

Ketika lilin telah mencair, inai dioleskan ke semua kuku jari dari mulai tangan hingga kaki. Pengantin akan diselimuti dengan kain panjang serta paginya akan dicuci. Sebelum salat subuh, jari-jari pengantin sudah bersih.

Lukisan Henna

Tak hanya sebagai bagian dari rangkaian pernikahan adat. Namun, juga sebagai penyampaian doa kepada Allah SWT supaya kegiatan dapat berjalan lancar. Seiring perkembangannya, malam berinai mengalami kemajuan dengan dipadukannya seni lukis henna. 

Masyarakat setempat lebih mengutamakan seni lukis hennanya dibandingkan tradisinya. Beberapa dari mereka menganggap seni lukis henna tidak menggeser tradisi malam bainai. Akan tetapi membuatnya menjadi lebih baik sesuai dengan perkembangan zaman. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikTradisi
Tradisi09 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati