Budaya

Mencicipi Mendut, Jajanan Kenyal Beraroma Khas Daun Pisang

Salah satu jajanan tradisional khas Jawa yang memiliki sejarah dan cita rasa unik adalah Mendut. Penganan ini dibuat dari adonan tepung ketan dan santan dengan isian unti atau campuran kelapa parut dan gula merah yang manis dan legit. Setelah diisi, adonan dibungkus daun pisang berbentuk prisma segi empat, lalu dikukus hingga matang. Kue Mendut memiliki […]

Oleh Achmad Aristyan

Mencicipi Mendut, Jajanan Kenyal Beraroma Khas Daun Pisang
Kue Mendut sebagai jajanan tradisional Jawa yang bercita rasa lezat dan memiliki aroma khas daun pisang. Foto: Kompas/Rika Ernawati
Diterbitkan

Salah satu jajanan tradisional khas Jawa yang memiliki sejarah dan cita rasa unik adalah Mendut. Penganan ini dibuat dari adonan tepung ketan dan santan dengan isian unti atau campuran kelapa parut dan gula merah yang manis dan legit. 

Setelah diisi, adonan dibungkus daun pisang berbentuk prisma segi empat, lalu dikukus hingga matang. Kue Mendut memiliki tekstur kenyal yang mirip dengan klepon, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok. 

Bila klepon hanya berisi gula merah cair dan disajikan dengan balutan parutan kelapa di bagian luar, Mendut menawarkan kombinasi isian kelapa parut manis di dalamnya, dengan pembungkus daun pisang pemberi aroma khas saat dikukus.  

Asal Usul dan Tradisi  

Kue Mendut disebut berasal dari Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi masyarakat Jawa. Penganan ini sering kali muncul dalam berbagai acara adat seperti lamaran dan pernikahan. 

Kehadirannya di piring saji melambangkan keluhuran budaya dan kesederhanaan masyarakat Jawa. Selain fungsi seremonialnya, Mendut  mudah ditemukan di pasar tradisional Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. 

Keberadaannya di pasar-pasar ini mencerminkan bagaimana kuliner tradisional tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, meskipun zaman terus berkembang.  

Kenikmatan dan Makna Filosofis  

Mendut tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Tekstur kenyalnya dianggap melambangkan kelenturan dalam kehidupan, sementara isian manis menggambarkan kehangatan dan rasa syukur.

Pembungkus daun pisang tidak hanya menambah aroma, tetapi juga mengajarkan tentang pentingnya menjaga hubungan dengan alam dan melestarikan tradisi.

Dengan cita rasa yang sederhana namun kaya, kue ini tetap menjadi salah satu simbol kuliner tradisional masyarakat Jawa yang harus dilestarikan. Kue Mendut adalah representasi kuliner yang menggambarkan keunikan budaya Jawa. 

Keberadaannya di tengah masyarakat, baik dalam acara adat maupun pasar tradisional, menjadikannya penganan yang tidak hanya lezat tetapi juga sarat nilai budaya.

Mari lestarikan kue Mendut sebagai bagian dari warisan kuliner Nusantara yang kaya akan makna dan cita rasa. (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya09 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan