Budaya

Mencicipi Pecel Pitik Kuliner Khas Suku Osing Banyuwangi 

Pecel identik dengan sambal kacang, namun ini berbeda dengan pecel pitik khas Banyuwangi. Kuliner ini merupakan hidangan yang berbahan utama ayam kampung muda. Makanan khas ini biasanya selalu ada di setiap upacara adat Suku Osing. Hidangan Berbalut Kelapa Parut Keistimewaan pecel pitik dibandingkan olahan ayam lainnya ada pada kombinasi bumbu rempah dengan kelapa parut. Perpaduan […]

Oleh Achmad Aristyan

Mencicipi Pecel Pitik Kuliner Khas Suku Osing Banyuwangi 
Foto: tourbanyuwangi
Diterbitkan

Pecel identik dengan sambal kacang, namun ini berbeda dengan pecel pitik khas Banyuwangi.

Kuliner ini merupakan hidangan yang berbahan utama ayam kampung muda. Makanan khas ini biasanya selalu ada di setiap upacara adat Suku Osing. 

Hidangan Berbalut Kelapa Parut

Keistimewaan pecel pitik dibandingkan olahan ayam lainnya ada pada kombinasi bumbu rempah dengan kelapa parut. Perpaduan itu menghasilkan rasa yang kompleks dan lezat.

Proses memasak pecel diawali dengan memanggang ayam secara utuh di atas bara api. 

Pemanggangan ini harus dilakukan dengan cermat agar ayam matang sempurna tanpa gosong. Setelah matang, daging ayam disuwir-suwir lalu dicampur dengan parutan kelapa muda yang telah dibumbui dengan berbagai rempah khas. 

Parutan kelapa ini mirip “urap-urap” bagi masyarakat pada umumnya. Sedangkan bumbu yang digunakan meliputi kemiri, cabai rawit, terasi, daun jeruk, dan gula, yang semuanya berpadu menciptakan cita rasa yang kaya.

Makna Filosofis dalam Tradisi Suku Osing.

Pecel pitik bukan sekadar makanan biasa bagi masyarakat suku Osing, Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam tradisi Suku Osing, hidangan ini selalu hadir dalam berbagai upacara adat, seperti Barong Ider Bumi dan Tumpeng Sewu. Nama “pecel pitik” sendiri berasal dari filosofi “kang diucel-ucel saben dinane ingkang apik”

Filosofi itu memiliki arti bahwa segala sesuatu yang dilakukan harus selalu mengarah pada kebaikan.

Karena nilai sakralnya, proses pembuatan pecel pitik pun memiliki aturan tersendiri. Misalnya, ayam harus disuwir menggunakan tangan, bukan pisau. 

Selain itu, orang yang memasak harus dalam keadaan suci. Selama memasak dilarang berbicara banyak. Bahhkan, makanan ini tidak boleh dicicipi sebelum ritual adat selesai.

Dahulu, pecel pitik Banyuwangi hanya disajikan dalam ritual adat dan selamatan.

Namun, seiring perkembangan zaman, makanan ini mulai dikenal lebih luas dan dapat ditemukan di beberapa festival budaya Banyuwangi serta rumah makan di Desa Kemiren. 

Pecel pitik bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap tradisi. Keunikan rasanya yang kaya rempah serta nilai filosofisnya menjadikannya salah satu kuliner paling istimewa dari Banyuwangi.

TopikBudaya
Budaya13 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan