Situs Candi Bongkotan, peninggalan bersejarah yang mencerminkan pengaruh agama Hindu-Siwa. Meski tinggal tersisa reruntuhan sempurna, situs ini tetap menawarkan keunikan dan daya tarik tersendiri.
Letaknya tak jauh dari area perkebunan warga, tepatnya di Dukuh Bongkotan, dusun Bojasari, Kecamatan Kretek, Wonosobo. Situs ini ditemukan pada tahun 1985, di lahan warga desa setempat yakni milik Muhzaeni. Periodesasi Candi Bongkotan merujuk pada periode Mataram Kuno pada abad 9 Masehi.
Bercorak Hindu Siwa
“Dari hasil penelitian dari jenis batunya, terus struktur bangunan disimpulkan jenis candi ini termasuk masa Hindu. Dari hasil penelitian dosen arkeolog UGM dan Disparbud Wonosobo, bahwa jenis candi sima, yang mana jenis candi ini hanya dapat dijumpai di Jawa Tengah” jelas Agus Rohmat sebagai juru pemelihara Situs Bongkotan
Situs Bongkotan memiliki luas lahan kira-kira 30 x 30 meter. Situsnya terdiri dari satu candi induk dengan 3 candi perwara atau bangunan pendamping candi utama. pada bangunan induk tampak lubang berbentuk persegi yang dulunya adalah sumuran.
Berdasarkan keterangan Agus Rohmat, keberadaan sumur pada candi sebagai bukti bahwa situs bongkotan dahulunya adalah benar-benar candi. Adapun tinggalan lain dari situs ini terdapat yoni, lapik/asana, fragmen arca, kemuncak, makara dan bebatuan dengan hiasan ukir lainnya.

Keunikan Situs Candi Bongkotan
Keunikan dari Situs Candi Bongkotan terletak pada pola struktur candi bongkotan yang merupakan pola tata ruang asli candi yang hanya di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Selain itu, situs bongkotan juga memiliki fondasi dan kompleks yang masih utuh.
Dimana hal itu merupakan satu-satunya yang hanya ada di Wonosobo untuk candi yang sudah di temukan. Karena kebanyakan candi lain berupa sebaran. Meskipun bangunannya candinya tinggal reruntuhan sempurna.
Kemudian, di beberapa batu juga terdapat relief. Detail-detail ini memberikan gambaran tentang seni dan budaya pada masa kejayaan candi tersebut. Namun, bebatuan itu dikubur kembali karena strukturnya yang rapuh.
Untuk permasalahan pelestarian, dulunya Situs Bongkotan Wonosobo dikelola dari pusat di Prambanan. Kemudian sekitar tahun 2018, pelestariannya diubah di bawah Disparbud Wonosobo. Agus Rohmat sebagai juru pemelihara juga menyatakan harapannya.
“Kita hanya berharap supaya bisa lebih terjaga dan tidak rusak lagi untuk bangunannya. Mari kita kunjungi, kita datangi, kita amati, kita lestarikan.” pungkas Agus.