Berita

Mengenal Teh Carica, Pepaya Gunung Khas Dieng Wonosobo

Minuman khas daerah bernama Teh Carica mencuri perhatian pengunjung pada ajang Creative Preneur Festival 2024 yang berlangsung, 7-8 Desember 2024 di Komplek Gerbang Mandala Wisata, Mendolo, Wonosobo, Jawa Tengah. Produk ini merupakan hasil inovasi dari perusahaan produksi Carica Podang Mas, yang mengusung konsep zero waste (bebas sampah) dengan memanfaatkan limbah buah carica, khususnya bagian pulp […]

Oleh Achmad Aristyan

Mengenal Teh Carica, Pepaya Gunung Khas Dieng Wonosobo
Pemilik perusahaan Carica Podang Mas bernama Wiwik bersama produk terbarunya, Teh Carica.
Diterbitkan

Minuman khas daerah bernama Teh Carica mencuri perhatian pengunjung pada ajang Creative Preneur Festival 2024 yang berlangsung, 7-8 Desember 2024 di Komplek Gerbang Mandala Wisata, Mendolo, Wonosobo, Jawa Tengah.  

Produk ini merupakan hasil inovasi dari perusahaan produksi Carica Podang Mas, yang mengusung konsep zero waste (bebas sampah) dengan memanfaatkan limbah buah carica, khususnya bagian pulp atau bijinya, sebagai bahan dasar.  

Carica sendiri adalah buah khas yang tumbuh di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Secara ilmiah dikenal sebagai Vasconcellea cundinamarcensis, carica sering disebut sebagai “pepaya gunung” karena bentuknya mirip pepaya, tetapi ukurannya lebih kecil dan teksturnya lebih lembut. 

Buah ini memiliki rasa yang manis dan sedikit asam, dengan daging buah yang berwarna kuning cerah. Carica dikenal sebagai salah satu ikon kuliner khas Dieng dan banyak diolah menjadi berbagai produk, seperti manisan, sirup, jus, hingga selai.

Limbah Carica

Menurut Wiwik, owner Carica Podang Mas, produk ini merupakan buah dari kolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sejak 2017. 

“Teh ini adalah produk baru hasil riset pendampingan dari UNSOED, khususnya Bu Santi dan timnya. Karena pandemi COVID-19, finalisasi produk ini baru selesai tahun ini,” jelas Wiwik.  

Ia juga menyebutkan bahwa UNSOED berhasil mendapatkan Program Dana Padanan Pemerintah untuk mengkomersialisasi produk ini. Program ini dirancang untuk memanfaatkan limbah carica, yang sebelumnya hanya dibuang.  

“Alih-alih dibuang, pulp carica diolah menjadi minuman siap minum dicampur teh Tambi. Kalau produk kompetitornya seperti yang lain, kami hadirkan Teh Carica, teh rasa carica,” tambahnya.  

Teh Carica dari Carica Podang Mas sebelumnya hanya diproduksi untuk acara-acara tertentu. Kini, produk Teh Carica telah dikemas dengan desain menarik dan siap masuk pasar luas. 

Ikon Baru Wonosobo

Wiwik menargetkan pasar seperti hajatan, catering, dan oleh-oleh wisatawan.  “Harapan kami, produk ini dapat menjangkau pasar lebih luas karena harganya terjangkau,sekitar Rp 1.000 per cup. Selain itu, rasanya lezat dan alami karena menggunakan bahan-bahan alami,” ujar Wiwik.  

Produk ini diklaim memiliki masa simpan hingga enam bulan dan tengah dalam proses mendapatkan izin edar dari BPOM. Dengan inovasi dan dukungan riset, Teh Carica diharapkan dapat menjadi ikon baru minuman khas Wonosobo yang tidak hanya lezat tetapi juga ramah lingkungan.

TopikBerita
Berita08 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan