Budaya

Mengenal Tubo, Batik Cantik Dari Ternate

Batik Tubo berasal dari Kota Ternate di Maluku Utara. Ciri khas dari batik ini memiliki motif yang terinspirasi dari rempah-rempah. Corak yang digunakan biasanya seperti cengkeh, pala, burung bidadari, pisang mulu bebe, kelapa, dan ikan. Salah satu identitas budaya Indonesia yang terkenal adalah kain batik. Saat ini, batik tidak hanya dimiliki oleh suku-suku di Pulau […]

Oleh Ridwan

Mengenal Tubo, Batik Cantik Dari Ternate
Foto: Youtube/Indonesiakaya
Diterbitkan

Batik Tubo berasal dari Kota Ternate di Maluku Utara. Ciri khas dari batik ini memiliki motif yang terinspirasi dari rempah-rempah. Corak yang digunakan biasanya seperti cengkeh, pala, burung bidadari, pisang mulu bebe, kelapa, dan ikan. 

Salah satu identitas budaya Indonesia yang terkenal adalah kain batik. Saat ini, batik tidak hanya dimiliki oleh suku-suku di Pulau Jawa. Ada banyak wilayah lain di Indonesia yang membuat batik dengan karakteristiknya sendiri. Seperti di Kota Ternate, Maluku Utara yang memiliki Batik Tubo.

Mulanya kain batik ini berasal dari seorang pengusaha bernama Kustalani Syakir. Untuk memperdalam pengetahuannya mengenai batik, ia bahkan belajar ke Jawa. Setelah beberapa bulan memperdalam ilmu di ranah batik, Kustalani pulang untuk menerapkan ide-idenya yang orisinal di tanah kelahirannya.

Corak kain batik ini terinspirasi dari latar belakang Ternate sebagai kota yang terkenal akan rempah-rempahnya. Berbagai motif rempah-rempah kemudian dibalut dengan ragam warna berani dan cerah, sehingga terlihat cantik. Warna batik Tubo sendiri beragam, mulai dari warna putih, hijau, oranye, dan sebagainya

Sedangkan untuk nama Tubo diambil dari salah satu kampung tertua di Ternate yaitu Kelurahan Tubo yang berada di bawah kaki Gunung Gamalama. Harapannya, nama Kampung Tubo bisa turut dikenal saat mereknya sudah besar nanti

Proses pembuatan batik ini mengikuti tahapan-tahapan yang sama dengan proses pembuatan batik cap pada umumnya. Teknik cap dipilih karena terbatasnya sumber daya dan peralatan yang ada. Meski begitu, perlahan batik tulis dimulai dalam jumlah kecil. 

Batik ini dimulai dari membentangkan kain polos yang telah dipotong sesuai kebutuhan untuk masuk ke proses cap dan pewarnaan. Setelah motif dipilih, kain akan dicap dengan lilin malam, lalu dibiarkan kering kemudian direndam dalam cairan khusus untuk menjaga warnanya agar meresap dan tahan lama. 

Setelah selesai, barulah kain dicelupkan ke warna dasar yang diinginkan. Proses pewarnaan dapat diulangi beberapa kali hingga mencapai warna yang diinginkan. Setelah itu lilin akan dihilangkan dengan cara dibilas dan direbus. Kemudian kain dilapisi dengan lilin khusus yang berfungsi untuk menjaga keawetan warna. 

Meski Batik Tubo masih berumur sangat muda, namun batik ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan agar bisa menjadi ciri khas karya asli Ternate. Hingga sudah ada sekitar 42 motif yang dihasilkan.

Biasanya kain batik ini dijual dengan kisaran harga Rp100.000 hingga jutaan rupiah tergantung pada jenis kain, pewarna, serta ukurannya. Namun, penjualan kain batik ini sempat mengalami penurunan pada saat wabah Covid-19 melanda. 

Dengan upaya pelestarian dan pengenalan yang terus dilakukan, Batik Tubo diharapkan bisa tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang sebagai warisan budaya yang patut diapresiasi. (Anisa Kurniawati-Berbagai Sumber)

TopikBudaya
Budaya15 OKT 2024

Tentang Penulis

Ridwan

Ridwan

Mengawali kariernya sebagai wartawan surat kabar, lalu melintasi media online, tabloid, majalah, hingga menjadi produser televisi. Berbekal pengalaman jurnalistik tersebut, ia kini aktif menulis isu-isu budaya, pariwisata, sejarah, hingga politik.

Lihat semua tulisan

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Ridwan

Lihat semua →