Budaya

Menguak Kisah Di Balik Pembuatan Candi Tegowangi

Candi Tegowangi merupakan warisan sejarah dari Kerajaan Majapahit yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1400 M. Candi ini terletak di Desa Tegowangi, Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sejarah Candi Tegowangi, yang juga dikenal sebagai Candi Sentul, pertama kali dicatat oleh N. W. Hoepormans. Tulisan mengenai candi ini kemudian diikuti oleh R.D.M. Verbeek, J. Knebel pada tahun […]

Oleh Achmad Aristyan

Menguak Kisah Di Balik Pembuatan Candi Tegowangi
Candi Tegowangi yang merupakan warisan Kerajaan Majapahit di Kota Kediri, Jawa Timur. Foto: Wikipedia/Rakehino
Diterbitkan

Candi Tegowangi merupakan warisan sejarah dari Kerajaan Majapahit yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1400 M. Candi ini terletak di Desa Tegowangi, Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Sejarah Candi Tegowangi, yang juga dikenal sebagai Candi Sentul, pertama kali dicatat oleh N. W. Hoepormans. Tulisan mengenai candi ini kemudian diikuti oleh R.D.M. Verbeek, J. Knebel pada tahun 1902, dan P.J. Perquin pada tahun 1915.

Secara keseluruhan, Candi Tegowangi terbuat dari batu andesit dan memiliki denah berbentuk bujur sangkar dengan dimensi 11,2 x 11,2 meter dan tinggi sekitar 4,35 meter. Pondasi candi ini terdiri dari bata, sementara bagian kaki dan sebagian struktur candi yang tersisa dibangun menggunakan batu andesit. Kaki candi memiliki ornamen berlipit yang menghiasinya.

Struktur utama candi menjulang hingga 4,35 meter, dengan pilar-pilar polos yang menghubungkan badan candi dengan kakinya pada setiap sisi. Di sekitar badan candi terdapat relief yang menggambarkan kisah Sudamala, yang terdiri dari total 14 panel: tiga panel di sisi utara, delapan panel di sisi barat, dan tiga panel di sisi selatan.

Baca juga: Kembalinya Candi Lumbung Magelang ke Desa Sengi

Kisah Sudamala menceritakan transformasi Dewi Durga yang dianggap buruk dan menakutkan menjadi Dewi Uma yang lebih anggun, melalui proses pengruatan oleh Sadewa, bungsu Pandawa.

Di halaman Candi Tegowangi, terdapat beberapa arca, antara lain Parwati Ardhenari, garuda berbadan manusia, serta sisa-sisa candi di sudut tenggara.

Mengenai fungsi Candi ini, Mpu Prapanca, penulis Kitab Negarakertagama, menyebutkan bahwa candi ini digunakan sebagai tempat pendharmaan Raja Watsari, yang juga dikenal sebagai Bhre Matahun. Bhre Matahun merupakan ipar dari Hayam Wuruk yang meninggal dunia tahun 1388 M. 

Menurut tradisi pembuatan candi sebagai tempat pendharmaan, biasanya seorang tokoh harus menunggu selama 12 tahun setelah wafatnya untuk dibangunkan candi. Namun, dalam kasus Candi Tegowangi, ada dugaan bahwa sang raja telah meninggal sebelum candi tersebut selesai dibangun.

Hal ini dapat dilihat dari relief pada sisi utara candi yang tampak belum sepenuhnya selesai dikerjakan. (Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

TopikBudaya
Budaya31 OKT 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan