Event

Menteri Kebudayaan Ajak Arkeolog Perkuat Cagar Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak para arkeolog untuk turut mendukung upaya besar dalam menjadikan cagar budaya Indonesia sebagai kontribusi berharga bagi peradaban dunia. Hal ini diungkapkan saat membuka Kongres dan Seminar Nasional Arkeologi 2025 yang diadakan oleh Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) di Yogyakarta pada 3-5 Februari 2025. Dengan tema “Sumbangan Arkeologi untuk Mengukuhkan Indonesia […]

Oleh Achmad Aristyan

Menteri Kebudayaan Ajak Arkeolog Perkuat Cagar Budaya
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon membuka Kongres dan Seminar Nasional Arkeologi 2025 yang diadakan oleh Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) (Foto: Dok Kemenbud)
Diterbitkan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak para arkeolog untuk turut mendukung upaya besar dalam menjadikan cagar budaya Indonesia sebagai kontribusi berharga bagi peradaban dunia.

Hal ini diungkapkan saat membuka Kongres dan Seminar Nasional Arkeologi 2025 yang diadakan oleh Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) di Yogyakarta pada 3-5 Februari 2025.

Dengan tema “Sumbangan Arkeologi untuk Mengukuhkan Indonesia Sebagai Pusat Peradaban,” acara dihadiri 284 peserta terdiri dari arkeolog dan ahli budaya dari berbagai daerah.

Kongres dan seminar ini diselenggarakan secara hibrida, menggabungkan pertemuan langsung (luring) dan daring, untuk memfasilitasi partisipasi anggota IAAI yang tersebar di seluruh nusantara.

Fadli Zon menekankan pentingnya kegiatan ini dalam memperkuat identitas nasional Indonesia, sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan kekayaan peradaban Indonesia kepada dunia.

Ia menegaskan bahwa temuan-temuan arkeologi seperti fosil manusia purba dan lukisan prasejarah menjadi bukti nyata bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam sejarah peradaban global.

“Indonesia adalah peradaban tua, dan ini harus kita sampaikan kembali kepada generasi muda. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk membangun mindset baru bahwa Indonesia adalah negara dengan mega-diversity yang luar biasa,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya dikutip dari InfoPublik.id, Selasa (4/2/2025).

Baca juga: Fadli Zon Resmikan Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama

Perlunya Peningkatan Jumlah Cagar Budaya Nasional

Fadli Zon juga menyoroti rendahnya jumlah Cagar Budaya Nasional (CBN), yang saat ini hanya tercatat sebanyak 228 objek. Padahal, ada sekitar 48.731 objek yang diyakini memiliki nilai sejarah sebagai cagar budaya di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa banyak situs yang sebenarnya layak menjadi CBN namun belum terdaftar karena kendala administratif.

Menteri Kebudayaan mengajak IAAI untuk membantu merumuskan solusi terkait kekurangan tenaga ahli cagar budaya di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Ia berharap para arkeolog dapat memberikan dukungan dalam pendataan dan verifikasi koleksi di Museum Nasional Indonesia, serta turut berperan aktif dalam proses repatriasi benda-benda warisan budaya Indonesia yang kini ada di luar negeri.

Kongres Arkeologi 2025 ini merupakan perhelatan ke-16 yang diselenggarakan oleh IAAI sejak organisasi ini berdiri pada 1976.

Acara ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Dana Indonesiana.

Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini, cagar budaya Indonesia dapat lebih dihargai, dilestarikan, dan dijadikan kontribusi penting untuk peradaban dunia.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari semangat kolaborasi antara pemerintah dan komunitas arkeologi Indonesia dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang tidak hanya berharga bagi bangsa Indonesia, tetapi juga bagi peradaban dunia.

Melalui langkah-langkah tersebut, Indonesia diharapkan dapat semakin memperkuat posisinya sebagai pusat peradaban dengan warisan budaya yang kaya dan beragam, serta berkontribusi dalam peradaban dunia yang lebih inklusif dan berbasis pada pelestarian sejarah.

TopikEvent
Event05 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Event

Lihat semua →
Pameran topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan bertajuk Dua Wajah, Satu Jiwa di Museum Nasional Indonesia.

Dua Wajah, Satu Jiwa Indonesia-Korea

Pameran topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan di Museum Nasional mempertemukan dua tradisi melalui kemiripan karakter, kisah kehidupan, dan nilai budaya.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan