Pariwisata

Menyusuri Jejak Bangsa Portugis di Benteng Otanaha Gorontalo 

Benteng Otanaha berada di bukit di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Selain Otanaha sebagai benteng utama, ada dua benteng lainnya di lokasi ini, yakni Otahiya dan Ulupahu. Benteng ini menjadi bukti kedatangan bangsa Portugis di Gorontalo. Menurut sejarah, benteng ini dibangun tahun 1522. Benteng berada di atas bukit, dengann4 buah […]

Oleh Anisa Kurniawati

Menyusuri Jejak Bangsa Portugis di Benteng Otanaha Gorontalo 
Pada tahun 2011, Benteng Otanaha ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Foto: Wikimedia Commons/ Hendrik Saleh
Diterbitkan

Benteng Otanaha berada di bukit di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Selain Otanaha sebagai benteng utama, ada dua benteng lainnya di lokasi ini, yakni Otahiya dan Ulupahu. Benteng ini menjadi bukti kedatangan bangsa Portugis di Gorontalo. 

Menurut sejarah, benteng ini dibangun tahun 1522. Benteng berada di atas bukit, dengann4 buah tempat persinggahan. Untuk menuju ke puncaknya terdapat 348 buah anak tangga. 

Benteng Hasil Kesepakatan

Dilansir dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, benteng ini ditemukan tahun 1585 oleh Naha, salah satu anak Raja Ilato yang memerintah Kerajaan Limboto. Menurut sumber lain, Benteng Otanaha berdiri dari hasil kesepakatan antara Portugis dan Raja Ilato. 

Hal ini bermula ketika kapal layar Portugis singgah di Pelabuhan Gorontalo. Mereka singgah karena kehabisan bahan makanan dan berbagai alasan lain mereka. Kemudian nahkoda Portugis mengadakan pertemuan dengan Raja Ilato penguasa Kerajaan Gorontalo.

Pertemuan menghasilkan sebuah kesepakatan, bahwa untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negeri, akan dibangun atau didirikan tiga buah benteng. Namun, hubungan Portugis dan Raja Ilato tidak berlangsung lama. 

Raja Ilato menilai Portugis melanggar kedudukan dan adat-istiadat Gorontalo. Maka, dengan menjalin kerjasama dengan Ternate, mereka mengusir penjajahan Portugis. Pada akhirnya Portugis pergi dari Gorontalo dan meninggalkan ketiga benteng yang dikenal hingga sekarang. 

Baca juga: Menikmati Pesona Kota Tua Ikon Gorontalo

Kawasan benteng Otanaha, Gorontalo. Foto: pinterest/ widya

Cagar Budaya

Benteng Otanaha memiliki bentuk menyerupai angka delapan. Di sekeliling dinding benteng terdapat celah untuk mengintai dan membidikkan senjata. Ketiga benteng itu mengalami renovasi pada 2009. Namun tetap mempertahankan arsitekturnya sebagaimana aslinya.

Benteng ini berjarak 8 km dari Kota Gorontalo. Pemandangan sekitarnya masih alami dan indah. Tak hanya itu, kawasan Benteng Otanaha juga habitat berkembang biak aneka vegetasi dan fauna.

Beberapa diantaranya yaitu berbagai jenis burung dan tarsius yaitu monyet berukuran mungil yang menambah daya tarik kawasan ini. Tiap tahun kawasan ini menarik banyak wisatawan.

Pada tahun 2011, Benteng Otanaha ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Benteng ini tidak hanya menawarkan pengetahuan mengenai sejarah dan budaya masyarakat Gorontalo. Namun juga menyajikan pemandangan yang masih alami.

TopikPariwisata
Pariwisata22 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati