Pariwisata

Menyusuri Tempursari, Lumajang: Surga Hijau Tersembunyi di Ujung Timur Jawa

Tempursari, Lumajang, dijuluki sebagai kawasan “Amazon”, letaknya tersembunyi di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dikelilingi perbukitan hijau dan aliran sungai jernih, kawasan ini menjadi destinasi ekowisata yang menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang masih sangat alami. Wilayah ini dikenal memberikan pengalaman wisata alam yang autentik, cocok bagi siapa saja yang ingin sejenak melarikan diri […]

Oleh Anisa Kurniawati

tempursari lumajang
Menyusuri Sungai Tempursari, Amazon dari Lumajang. Foto: Infopublik.id
Diterbitkan

Tempursari, Lumajang, dijuluki sebagai kawasan “Amazon”, letaknya tersembunyi di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dikelilingi perbukitan hijau dan aliran sungai jernih, kawasan ini menjadi destinasi ekowisata yang menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang masih sangat alami.

Wilayah ini dikenal memberikan pengalaman wisata alam yang autentik, cocok bagi siapa saja yang ingin sejenak melarikan diri dari hiruk-pikuk kehidupan kota. Menyusuri sungai di kawasan ini seperti masuk ke dalam dunia yang berbeda.

Sungai yang mengalir tenang, dikelilingi pepohonan lebat, menciptakan suasana seperti lorong hijau alami. Suara aliran air dan semilir angin hutan membentuk harmoni alam yang menenangkan. Sinar matahari yang menerobos dedaunan menambah keindahan visual di sepanjang perjalanan.

Menyusuri Sungai Tempursari

Dilansir dari infopublik.id, kawasan ini tidak hanya indah, namun juga memberikan sensasi petualangan. Pengunjung dapat menyusuri beberapa sungai Tempursari dengan menggunakan perahu kecil. Kejernihan air memungkinkan pengunjung melihat dasar sungai.

Perahu kecil ini nantinya perahu kecil, menyusuri jalur air yang membelah hutan lebat. Pengunjung juga dapat melihat burung-burung liar, termasuk elang, kerap terlihat melintas di atas hutan, menambah nuansa alami kawasan ini.

Muhammad Luqman, seorang konten kreator asal Lumajang, menyebut Tempursari sebagai “surganya footage alami”. Ia menyatakan bahwa setiap sudut kawasan ini layak diabadikan karena keindahannya yang sinematik, bahkan tanpa perlu proses pengeditan.

Masyarakat lokal hidup harmonis dengan alam. Mereka merawat lingkungan sekitar seperti menjaga warisan leluhur, karena percaya bahwa hutan, sungai, dan laut adalah bagian dari identitas yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang.

Baca juga: Pantai Dampar Lumajang Jadi Surga Baru Peselancar Dunia

Senja di Tempursari

Senja di Tempursari menyuguhkan panorama langit yang memukau dengan gradasi warna oranye, merah muda, dan ungu, menciptakan pemandangan yang menenangkan. Malam hari, langit yang bersih dari polusi cahaya dipenuhi bintang-bintang, menjadikan suasana semakin magis, ditemani suara alam yang merdu.

“Tak ada sinyal kuat di sini, dan justru itulah keindahannya. Di tempat ini, manusia benar-benar hadir untuk menikmati, bukan mengabadikan. Di sini, kamu tak hanya melihat keindahan, tapi benar-benar merasakannya dengan seluruh indera,” ungkap Luqman saat dikonfirmasi, Senin (19/5/2025).

Baca juga: Daya Tarik Wisata Lumajang, Jawa Timur Kian Mendunia

Pagi hari disambut dengan kabut tipis yang menyelimuti aliran sungai. Ditambah dengan udara sejuk yang segar menjadi kenikmatan sederhana yang sulit ditandingi.

Julukan “Amazon-nya Lumajang” bukan sekadar kiasan. Tempursari adalah tempat nyata di mana alam menyapa dalam kesunyian, mengajak manusia untuk kembali mendengarkan dan meresapi keberadaan mereka di tengah pelukan alam.

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati