Budaya

Mi Celor Palembang dengan Resep Autentik dan Sejarah Menarik

Mi Celor adalah hidangan mi khas dari Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang menawarkan kombinasi rasa gurih dan kenikmatan dari kuah kental. idangan ini begitu populer di kalangan masyarakat Palembang, terutama untuk sarapan, dan mencerminkan perpaduan kuliner Melayu dan Tionghoa. Dikutip dari palpos.bacakoran.co, nama “Celor” dalam bahasa Melayu Palembang berarti “direndam dalam air panas,” yang merujuk […]

Oleh Achmad Aristyan

Mi Celor Palembang dengan Resep Autentik dan Sejarah Menarik
Mi Celor khas Palembang yang disajikan bersama tauge, telur, sambal dan ebi. Foto: Wikipedia/Gunawan Kartapranata
Diterbitkan

Mi Celor adalah hidangan mi khas dari Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang menawarkan kombinasi rasa gurih dan kenikmatan dari kuah kental.

idangan ini begitu populer di kalangan masyarakat Palembang, terutama untuk sarapan, dan mencerminkan perpaduan kuliner Melayu dan Tionghoa. 

Dikutip dari palpos.bacakoran.co, nama “Celor” dalam bahasa Melayu Palembang berarti “direndam dalam air panas,” yang merujuk cara penyajian yang dicelupkan ke air panas sebelum disajikan dengan kuah santan dan kaldu udang.

Asal Usul Mi Celor

Berdasarkan laaman id.theasianparent.com, asal usul Mi Celor tidak dapat dipastikan secara pasti, namun diketahui bahwa mi merupakan makanan yang berasal dari Tionghoa.

Mi Celor kemungkinan merupakan hasil akulturasi kuliner antara budaya Melayu dan Tionghoa. 

Dalam bahasa Palembang, kata “Celor” merujuk pada cara menyajikan mi yang dicelupkan ke dalam air panas sebelum dihidangkan, menciptakan tekstur mi yang lebih lembut dan kenyal.

Penyajian Mi yang Menggugah Selera

Mi Celor disajikan dengan mi kuning atau mi telur yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan mi pada umumnya, mirip dengan mi aceh atau udon Jepang. 

Setelah mi dicelupkan sebentar dalam air panas. Mi kemudian disiram dengan kuah dari kaldu udang atau ebi yang kental, yang dicampur dengan santan, susu, tepung terigu, serta bumbu seperti merica, garam, gula, dan penyedap rasa.

Kuahnya yang berwarna putih kekuningan ini memberikan rasa yang gurih dan kaya.

Hidangan ini biasanya dilengkapi dengan telur rebus, tauge, kucai, dan kadang-kadang juga ditambah dengan udang, ayam, atau bahan pelengkap lainnya.

Untuk menambah cita rasa, Mi Celor juga bisa disajikan dengan sambal, bawang goreng, dan irisan daun bawang. Dengan paduan rasa gurih, pedas, dan segar, Mi Celor menjadi hidangan yang lezat.

Kandungan Gizi Mi Celor

Mi Celor tidak hanya menggugah selera, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap. Hidangan ini kaya akan karbohidrat, yang berasal dari mi sebagai sumber energi. 

Protein diperoleh dari bahan pelengkap seperti udang, ayam, dan telur, sementara vitamin dan mineral hadir dari sayuran seperti tauge dan kucai yang digunakan sebagai pelengkap.

Mi Celor dapat menjadi pilihan alternatif pengganti nasi dengan kandungan gizi yang seimbang.

Sarapan Khas Palembang yang Lezat

Masyarakat Palembang umumnya mengonsumsi Mi Celor sebagai sarapan pagi, menjadikannya salah satu menu favorit yang mudah ditemukan di berbagai warung makan di Palembang.

Meskipun popularitas Mi Celor masih terbatas di kota Palembang, hidangan ini tetap menjadi salah satu ikon kuliner yang harus dicoba saat berkunjung ke kota Pempek. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya13 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan