Event

Pameran Literasi Pacitan Hadirkan Lukisan Adipati Setro Ketipo

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan (Disperpusip) menggelar Pameran Literasi Objek Pemajuan Kebudayaan Pacitan dan Bazar Buku Murah dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini berlangsung di Halaman Gedung Layanan Perpustakaan Daerah mulai 12 hingga 25 Februari 2025, menghadirkan beragam koleksi literasi serta benda bersejarah yang sarat makna. Acara ini secara resmi […]

Oleh Achmad Aristyan

Pameran Literasi Pacitan Hadirkan Lukisan Adipati Setro Ketipo
Lukisan Adipati Setro Ketipo dalam Pameran Literasi Objek Pemajuan Kebudayaan Pacitan dan Bazar Buku Murah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan. Foto: Disperpusip Pacitan
Diterbitkan

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan (Disperpusip) menggelar Pameran Literasi Objek Pemajuan Kebudayaan Pacitan dan Bazar Buku Murah dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Pacitan. 

Kegiatan ini berlangsung di Halaman Gedung Layanan Perpustakaan Daerah mulai 12 hingga 25 Februari 2025, menghadirkan beragam koleksi literasi serta benda bersejarah yang sarat makna.

Acara ini secara resmi dibuka Kepala Disperpusip Pacitan, Amat Taufan, yang menandai peresmian dengan membuka lukisan Adipati Setro Ketipo, sosok Bupati pertama Pacitan, Jawa Timur. 

Lukisan ini merupakan hasil karya seniman lokal, Kushervica, yang berupaya menghidupkan kembali figur pemimpin bersejarah yang telah berperan penting dalam perjuangan melawan VOC sekitar empat abad silam.  

Menghidupkan Kembali Sosok Adipati Setro Ketipo

Adipati Setro Ketipo dikenang sebagai pemimpin pertama Pacitan yang gagah berani serta memiliki kontribusi besar dalam perjuangan melawan kolonialisme.

Salah satu kisah terkenalnya adalah saat ia memberikan minuman dari buah Pace (Mengkudu) kepada Sri Sultan Hamengku Buwono I di medan perang, yang membantu sang raja memulihkan stamina dan semangat juangnya.  

Kepala Disperpusip Pacitan, Amat Taufan, menyampaikan bahwa lukisan ini bukan hanya karya seni, melainkan bentuk visualisasi untuk mengenalkan sosok Setro Ketipo kepada generasi muda.  

“Makna visualisasi lukisan Setro Ketipo adalah untuk memberikan gambaran tentang wajah Eyang Setro Ketipo kepada generasi penerus sebagai pengajaran dan pendidikan. Terobosan inovasi ini menjadi sarana penguat jati diri wong Pacitan,” ungkapnya dilansir dari Pacitanku.com.  

Pameran Koleksi Pusaka dan Artefak Sejarah

Selain menampilkan lukisan Adipati Setro Ketipo, pameran ini juga menghadirkan koleksi benda-benda pusaka serta artefak bersejarah lainnya yang berkaitan erat dengan perjalanan sejarah Pacitan.

Berbagai peninggalan ini menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu serta bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang harus terus dilestarikan.  

Amat Taufan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen Disperpusip Pacitan dalam menjaga sejarah dan budaya daerah, sekaligus mendukung peningkatan literasi masyarakat.  

 “Dengan pameran ini, kami berharap meningkatkan minat baca masyarakat Pacitan, baik pelajar maupun umum, serta memberikan wawasan lebih dalam tentang sejarah daerahnya,” tuturnya.  

Pameran ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang edukasi sejarah, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya dan literasi, khususnya bagi generasi muda Pacitan.

TopikEvent
Event14 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Event

Lihat semua →
Pameran topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan bertajuk Dua Wajah, Satu Jiwa di Museum Nasional Indonesia.

Dua Wajah, Satu Jiwa Indonesia-Korea

Pameran topeng tradisional Indonesia dan Korea Selatan di Museum Nasional mempertemukan dua tradisi melalui kemiripan karakter, kisah kehidupan, dan nilai budaya.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan