Berita

Pemerintah dan Tokoh Adat Hidupkan Tradisi Hidup Bernagari

Waktu terus berputar, dan seiring pergantian zaman, tradisi hidup bernagari di Minangkabau perlahan mulai tergerus. Kondisi ini sangat memprihatinkan, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Padang berupaya melestarikan tradisi ini agar dapat diwariskan kepada generasi muda. Asisten I Setdako Padang, Edi Hasymi, menekankan pentingnya menghidupkan kembali tradisi ini di kalangan generasi muda. “Kita melihat nilai hidup bernagari […]

Oleh Anisa Kurniawati

Pemerintah dan Tokoh Adat Hidupkan Tradisi Hidup Bernagari
Asisten I Setdako Padang, Edi Hasymi. Foto: Infopublik.id
Diterbitkan

Waktu terus berputar, dan seiring pergantian zaman, tradisi hidup bernagari di Minangkabau perlahan mulai tergerus. Kondisi ini sangat memprihatinkan, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Padang berupaya melestarikan tradisi ini agar dapat diwariskan kepada generasi muda.

Asisten I Setdako Padang, Edi Hasymi, menekankan pentingnya menghidupkan kembali tradisi ini di kalangan generasi muda. “Kita melihat nilai hidup bernagari belum sepenuhnya sampai kepada anak-anak kita. Karena itu, kita berharap kebiasaan yang sudah lama dijalankan ini bisa diteruskan oleh generasi muda agar tradisi ini tetap lestari,” ujar Edi Hasymi pada Focus Group Discussion (FGD), seperti dikutip dari Infopublik.id.

Selain dihadiri pihak Pemkot Padang, juga diikuti para tokoh adat Ninik Mamak dan Bundo Kanduang di Kelurahan Teluk Kabung, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Senin (11/11/2024). lalu.

Baca juga: Budaya Minangkabau, Sumbar Dipromosikan Di Turkiye

Selain itu, Edi Hasymi mengungkapkan keprihatinannya atas kerapnya terjadi sengketa adat di tengah masyarakat, yang dinilainya dapat mengancam keharmonisan dalam kehidupan bernagari. Ia berharap agar dengan adanya pertemuan dan diskusi ini, potensi sengketa adat dapat diminimalkan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Padang, Jasman, menyatakan keprihatinannya atas berkurangnya nilai-nilai adat di Minangkabau. Ia mencontohkan tradisi “Alek Bahambauan,” yang dulunya sangat lekat di tengah masyarakat, kini mulai terabaikan.

“Saat ini, ketika ada yang meninggal dunia, sering kali tidak ada yang mampu menjadi penyelenggara jenazah. Ini menunjukkan berkurangnya regenerasi dalam melanjutkan tradisi ini,” tutur Jasman.

Jasman juga mendorong para Ninik Mamak dan Bundo Kanduang untuk aktif menciptakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kembali pelestarian adat istiadat. “Silakan bentuk kegiatan atau program untuk menjaga adat kita, kami di pemerintah kota siap mendukung,” jelasnya.

Baca juga: Benarkah Penari Piring Minangkabau Memiliki Kekebalan?

Sejalan dengan itu, Camat Bungus Teluk Kabung, Harnoldi, mengapresiasi nilai-nilai keturunan yang mengikuti garis ibu dalam budaya Minangkabau, yang dinilainya sangat menghargai dan melindungi perempuan. “Di Minang, perempuan selalu terlindungi oleh keluarga dan nagari, sehingga tidak ada perempuan yang terlantar,” ujar Harnoldi.

Ketua LKAAM Kota Padang, Suardi Z Datuak Garang, turut menambahkan bahwa Ninik Mamak seharusnya dapat mempertahankan posisi pentingnya dalam struktur masyarakat Minang. Ia berharap agar anak kemenakan selalu menghormati dan menaati arahan dari Ninik Mamak sebagai pemegang amanah adat. “Tidak boleh ada anak kemenakan yang melawan Ninik Mamak. Semestinya, mereka patuh kepada arahan Ninik Mamak,” tegas Suardi.

TopikBerita
Berita15 NOV 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Berita

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati