Pariwisata

Pesona Wisata di Sepanjang Jalan Bersejarah Warisan Daendels

Salah satu momen bersejarah yang menjadi tonggak pembangunan bangsa Indonesia yaitu pembuatan Jalan Daendels Anyer-Panarukan. Jalan ini dikenal juga sebagai Jalan Raya Pos dan membentang dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa. Melansir dari Wikipedia, jalan ini dibangun pada masa Herman Willem Daendels, gubernur jenderal Hindia Belanda, dengan sistem kerja paksa. Meskipun demikian, kontribusinya sangat […]

Oleh Achmad Aristyan

Pesona Wisata di Sepanjang Jalan Bersejarah Warisan Daendels
Patung simbol perlawanan Kanjeng Pangeran Koesoemahdinata IX (Pangeran Kornel), Bupati Sumedang 1791-1828, terhadap Herman Willem Daendels saat kerja paksa pembangunan Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan. Foto: KOMPAS/Agus Susanto
Diterbitkan

Salah satu momen bersejarah yang menjadi tonggak pembangunan bangsa Indonesia yaitu pembuatan Jalan Daendels Anyer-Panarukan. Jalan ini dikenal juga sebagai Jalan Raya Pos dan membentang dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa. 

Melansir dari Wikipedia, jalan ini dibangun pada masa Herman Willem Daendels, gubernur jenderal Hindia Belanda, dengan sistem kerja paksa. Meskipun demikian, kontribusinya sangat besar dalam membangun perekonomian, termasuk mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif.  

Sepanjang Jalan Daendels, terdapat berbagai destinasi wisata yang memperkaya pengalaman perjalanan, mulai dari pantai hingga pegunungan.

Berikut adalah beberapa kota dan destinasi wisata menarik yang bisa ditemukan di sepanjang jalan bersejarah ini dilansir dari Kemenparekraf:  

  1. Banten  

Sebagai titik awal Jalan Daendels, Anyer di Banten menawarkan daya tarik luar biasa, terutama Pantai Anyer yang memukau dengan pasir putih, ombak tenang, dan panorama matahari terbenam yang menawan. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati Pantai Sambolo dengan pasir lembutnya atau Pantai Marbella yang memanjakan mata dengan air lautnya yang jernih.  

  1. Bandung, Jawa Barat  

Bandung menjadi kota penting yang dilewati Jalan Daendels. Tugu Titik Nol Bandung, yang menjadi simbol awal pembangunan kota ini, merupakan salah satu daya tarik wisata sejarah. Kota ini juga memiliki Museum Konferensi Asia Afrika, Gedung Sate, dan Museum Sri Baduga sebagai destinasi sejarah. 

Tidak hanya itu, Bandung terkenal sebagai pusat industri kreatif dengan kawasan seperti Jalan Braga, Dago, dan Bandung Creative Hub yang menawarkan pengalaman unik.  

  1. Tegal, Jawa Tengah  

Kabupaten Tegal menawarkan pesona wisata alam yang tidak kalah menarik, seperti Taman Wisata Air Panas Guci. Di sini, pengunjung dapat menikmati Pancuran 13 yang dipercaya memiliki manfaat kesehatan. 

Selain itu, Curug Jedor dan Bukit Perkasa menghadirkan keindahan alam yang memukau bagi para pecinta wisata alam.  

  1. Semarang, Jawa Tengah  

Semarang, dengan Kota Lama yang ikonik, menjadi tujuan utama bagi pecinta wisata sejarah. Kota Lama menawarkan suasana khas kolonial dengan bangunan seperti Gereja Blenduk yang berusia lebih dari 250 tahun. 

Tidak hanya itu, kawasan ini juga menjadi pusat industri kreatif yang banyak diminati wisatawan lokal dan mancanegara.  

  1. Lasem, Jawa Tengah  

Lasem, kota kecil dengan julukan “Tiongkok Kecil,” dikenal karena akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang unik. Batik Lasem menjadi daya tarik utama, dengan motif-motif khas seperti burung phoenix dan naga yang memikat. 

Lasem juga terkenal sebagai kota pusaka dengan banyak situs sejarah yang layak dikunjungi.  

  1. Surabaya, Jawa Timur  

Surabaya, yang dikenal sebagai Kota Pahlawan, tidak hanya menawarkan wisata kuliner seperti lontong balap, rujak cingur, dan rawon, tetapi juga destinasi sejarah seperti Monumen Kapal Selam. Monumen ini menjadi simbol kekuatan maritim Surabaya di masa penjajahan.  

  1. Situbondo, Jawa Timur  

Sebagai ujung timur Jalan Daendels, Situbondo menyimpan banyak potensi wisata yang jarang terekspos. Pantai Pasir Putih, dengan pantainya yang landai dan aman untuk keluarga, menjadi salah satu destinasi favorit. 

Monumen Seribu Kilometer di Panarukan menandai ujung dari Jalan Daendels, menjadi simbol penting dalam sejarah panjang jalan ini. 

Jalan Daendels Anyer-Panarukan bukan hanya sebuah jalur transportasi, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Dengan keindahan alam dan destinasi wisata di sepanjang jalurnya, jalan ini memiliki potensi besar untuk terus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi. 

TopikPariwisata
Pariwisata30 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan