Pariwisata

Pulau Penyengat Riau Ditata, Gali Potensi Wisata Budaya Melayu

Pulau Penyengat, pulau kecil di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), kini berbenah menjadi destinasi wisata unggulan. Pulau yang terkenal dengan keindahan alam dan peninggalan sejarah, seperti Masjid Sultan Riau, ini sedang mengalami transformasi besar-besaran sejak 2022. Dilansir dari Infopublik.id, Penataan ini dipimpin Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kepulauan Riau, Direktorat […]

Oleh Anisa Kurniawati

Pulau Penyengat Riau Ditata, Gali Potensi Wisata Budaya Melayu
Kondisi Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau yang telah di tata oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPPW Kepri Ditjen Cipta Karya/Foto : Biro Komunikasi Publik PU
Diterbitkan

Pulau Penyengat, pulau kecil di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), kini berbenah menjadi destinasi wisata unggulan. Pulau yang terkenal dengan keindahan alam dan peninggalan sejarah, seperti Masjid Sultan Riau, ini sedang mengalami transformasi besar-besaran sejak 2022.

Dilansir dari Infopublik.id, Penataan ini dipimpin Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kepulauan Riau, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya.

Penataan Kawasan

Salah satu fokus utama proyek ini adalah menata permukiman di pesisir pantai yang teridentifikasi sebagai kawasan kumuh dengan luas penanganan mencapai 25 hektare (ha). Menurut Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti, upaya ini diharapkan dapat mengubah wajah kawasan dan menuntaskan berbagai masalah yang menyebabkan kekumuhan.

“Penanganan ini diharapkan mengubah wajah kawasan dan menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan yang ada,” ujar Diana Kusumastuti dalam keterangan pers, Minggu (1/12/2024).

Kondisi sebelumnya, permukiman di pesisir Pulau Penyengat merupakan kawasan kumuh tepian air dengan banyak bangunan yang membelakangi sungai. Kawasan ini juga rawan genangan dan banjir, serta minim infrastruktur dasar seperti pengelolaan sampah, drainase, dan jalan.

Lingkungan Sehat

Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya, Wahyu Kusumosusanto, menjelaskan bahwa sejak Maret 2022, Kementerian PUmemulai penataan dengan membenahi infrastruktur dasar. “Jalan lingkungan yang dulu sempit dan rusak kini diperbaiki dan diperluas, menciptakan koridor yang lebih rapi dan tertata,” katanya.

Penataan ini menelan biaya Rp36,98 miliar yang bersumber dari APBN. Pekerjaan mencakup peningkatan kualitas jalan, pedestrian, drainase, utilitas, serta pembangunan ruang terbuka publik dan titik kumpul evakuasi.

Kepala BPPW Kepulauan Riau, Fasri Bachmid, menambahkan bahwa drainase yang sebelumnya menjadi masalah utama kini telah diperbaiki untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.“Ruang terbuka publik dan titik kumpul masyarakat juga dibangun, menyediakan tempat bagi warga untuk bersosialisasi dan bersantai,” kata Fasri Bachmid.

Kebanggan Riau

Pulau Penyengat berjarak sekitar 2 kilometer (km) dari pusat Kota Tanjungpinang dan dapat diakses dengan perahu motor atau pompong dalam waktu 15 menit. Penataan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga mendongkrak sektor pariwisata dengan mengandalkan potensi alam, sejarah, dan budaya Melayu.

“Pulau Penyengat kini menjadi kebanggaan masyarakat Kepulauan Riau. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, pulau ini telah berubah dan membawa manfaat besar bagi warganya. Kami mengundang wisatawan  melihat langsung transformasi ini,” tutup Fasri Bachmid.

TopikPariwisata
Pariwisata05 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati