Budaya

Tari Batik Pace dari Pacitan, Kisah Buah Pace dalam Gerakan

Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya akan seni dan budaya, salah satunya adalah Tari Batik Pace dari Pacitan, Jawa Timur. Tarian ini dinamai sesuai dengan Batik Pace, motif batik khas daerah yang terinspirasi dari buah pace atau mengkudu, tumbuhan yang melimpah di Pacitan. Melansir dari indonesiakaya.com, Tarian ini merupakan representasi budaya khas Pacitan yang menggambarkan proses […]

Oleh Achmad Aristyan

Tari Batik Pace dari Pacitan, Kisah Buah Pace dalam Gerakan
Tari Batik Pace yang mengisahkan proses pembuatan Batik Pace. Foto: indonesiakaya.com
Diterbitkan

Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya akan seni dan budaya, salah satunya adalah Tari Batik Pace dari Pacitan, Jawa Timur. Tarian ini dinamai sesuai dengan Batik Pace, motif batik khas daerah yang terinspirasi dari buah pace atau mengkudu, tumbuhan yang melimpah di Pacitan.

Melansir dari indonesiakaya.com, Tarian ini merupakan representasi budaya khas Pacitan yang menggambarkan proses pembuatan Batik Pace. 

Sejarah tarian ini erat kaitannya dengan pendiri Kota Pacitan, Tumenggung Setraketipa, yang diyakini gemar meminum sari buah pace untuk menjaga kesehatannya. Nama Pacitan dipercaya berasal dari istilah “pace sak pengetan”, yang berarti “tempat buah pace.” 

Kisah ini juga tercatat dalam Babad Ing Pacitan, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari warisan budaya daerah. Tari Batik Pace pertama kali diciptakan Anang, pendiri Sanggar Blarak Pacitan. 

Melalui tarian ini, ia ingin memperkenalkan keunikan Batik Pace sekaligus menonjolkan nilai budaya dan kearifan lokal Pacitan.

Tari Membuat Batik

Koreografi Tari Batik Pace menampilkan tahapan pembuatan batik, mulai dari melukis kain menggunakan canting, mewarnai, hingga menjemur kain. Dalam setiap gerakan, para penari memadukan keindahan seni dengan elemen tradisional.

Tarian ini biasanya dibawakan lima penari yang mengenakan kostum kain Batik Pace. Gerakan diawali dengan formasi memutar cepat, lalu penari membentuk barisan sambil memamerkan kain. 

Gerakan mereka mencerminkan kelincahan dan kerapian proses membatik, membuat penonton seolah-olah menyaksikan langsung kegiatan membatik tradisional. Iringan musik tradisional memperkuat daya tarik tarian ini. 

Alunan tabuh perkusi dan instrumen slenthem menciptakan suasana dinamis yang selaras dengan gerakan para penari.

Edukasi Generasi Muda

Tari Batik Pace tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media untuk melestarikan budaya lokal dan mempromosikan potensi Pacitan. Tarian ini sering ditampilkan dalam berbagai acara besar, seperti penyambutan tamu penting, pernikahan, hingga festival budaya. 

Selain itu, tarian ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami nilai-nilai tradisi. Dengan memadukan seni, sejarah, dan kreativitas, Tari Batik Pace menjadi salah satu wujud nyata kekayaan budaya Indonesia yang patut dibanggakan. (Diolah dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya13 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan