Budaya

Seni Tari Beskalan Bermula Dari Penari Jalanan

Tari Beskalan, tarian tradisional dari kabupaten Malang, Jawa Timur. Biasanya dipertunjukkan pada saat penyambutan tamu penting. Tari Beskalan juga sering dipertunjukkan pada pementasan Ludruk sebagai tarian pembuka setelah Tari Remo. Nama beskalan sendiri berasal dari kata “Bakalan” yang artinya seni untuk dipertunjukkan di jalanan. Menurut beberapa sumber, Tari Beskalan ini awalnya merupakan ritual yang dilakukan […]

Oleh Anisa Kurniawati

Seni Tari Beskalan Bermula Dari Penari Jalanan
Tari Beskalan pada saat penyambutan tamu di upacara pernikahan Foto: wikimedia commons/ Anom Harya
Diterbitkan

Tari Beskalan, tarian tradisional dari kabupaten Malang, Jawa Timur. Biasanya dipertunjukkan pada saat penyambutan tamu penting. Tari Beskalan juga sering dipertunjukkan pada pementasan Ludruk sebagai tarian pembuka setelah Tari Remo. 

Nama beskalan sendiri berasal dari kata “Bakalan” yang artinya seni untuk dipertunjukkan di jalanan. Menurut beberapa sumber, Tari Beskalan ini awalnya merupakan ritual yang dilakukan masyarakat Malang ketika akan membuka lahan atau mendirikan bangunan. 

Pada ritual ini, biasanya juga diadakan prosesi penanaman tumbal yang sering disebut dengan “cok bakal” atau “sesajen”. Tumbal yang digunakan adalah kepala kerbau. Tujuannya supaya terhindar dari bahaya dan lahan yang dibuka diberikan kesuburan.

Tari Jalanan

Dalam perkembangannya, Tari Beskalan telah menjadi salah satu tarian kebanggaan kota Malang, Jawa Timur. Dilansir dari goodnewsfromindonesia.id, pada 1930-an, tarian ini bermula dari seorang wanita yang bernama Sukanti yang masih muda yang bekerja sebagai “tandak andong” atau penari jalanan. 

Konon, pada suatu ketika, Sukanti sakit dan bermimpi bertemu seorang putri dari kerajaan Mataram yang bernama Proboretno. Putri itu sedang mencari kekasihnya bernama Baswara. Sukanti pun dijanjikan akan diajarkan menari namun harus membantu mencari kekasihnya. Seketika Sukanti langsung bangkit dan menari dengan iringan alat musik.

Sakit yang diderita Sukanti pun sembuh, dan kemudian berganti nama menjadi Miskayah. Pada masanya Miskayah adalah penari Andong terkenal. Konon tarian yang dibawakannya adalah Tari Beskalan Putri, yang kemudian menjadi awal perkembangan Tari Tayub dan Tari Remo. 

Baca juga:Tor-Tor Sombah, Tarian Penghormatan Kepada Raja

Tarian ini kemudian menjadi tari pembuka budaya di kota Malang, seperti kesenian Ludruk, festival budaya dan juga untuk menyambut tamu besar. Gerak tarian ini menggambarkan sisi kecantikan dan kelincahan seorang wanita. Apalagi ditambah dengan kostum yang anggun dan warna-warni yang mencerminkan femininitas. 

Gerakan pada tari ini menggambarkan kehidupan sehari-hari seperti mengambil air di sungai, menganyam, menari di bawah pohon kelapa dan lainnya. Untuk iringan musiknya menggunakan musik gamelan jawa dengan laras slendro sebagai ciri khas gamelan daerah jawa timur.

Tari Beskalan telah menjadi salah satu tarian kebanggaan dan bukti nyata betapa indahnya warisan budaya Indonesia. Merupakan perwujudan keindahan, keanggunan, dan kelincahan, sehingga sudah sepatutnya untuk terus dilestarikan. Tidak hanya itu, kesenian ini juga merangkum sejarah dan nilai budaya bangsa Indonesia. (Ditulis dari Berbagai Sumber)

TopikBudaya
Budaya30 OKT 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati