Tradisi

Tradisi Nokeso, Upacara Kedewasaan Suku Kaili Sulawesi Tengah

Satu bulan jelang Tradisi Nokeso dan Neloso, para Toniasa ditempatkan di ruangan bernama Song’i. Di berbagai wilayah Nusantara, upacara kedewasaan menjadi simbol penting dalam perjalanan hidup, termasuk di Sulawesi Tengah. Di kalangan masyarakat adat Salena dari suku Kaili Unde, tradisi untuk melepas masa kanak-kanak disebut Nokeso dan Neloso. Upacara ini menjadi momen sakral bagi anak-anak […]

Oleh Achmad Aristyan

Tradisi Nokeso, Upacara Kedewasaan Suku Kaili Sulawesi Tengah
Salah satu prosesi dalam Tradisi Nokeso di Sulawesi Tengah. Foto: telukpalu.com
Diterbitkan

Satu bulan jelang Tradisi Nokeso dan Neloso, para Toniasa ditempatkan di ruangan bernama Song’i.

Di berbagai wilayah Nusantara, upacara kedewasaan menjadi simbol penting dalam perjalanan hidup, termasuk di Sulawesi Tengah. Di kalangan masyarakat adat Salena dari suku Kaili Unde, tradisi untuk melepas masa kanak-kanak disebut Nokeso dan Neloso.

Upacara ini menjadi momen sakral bagi anak-anak yang berusia 12 tahun, di mana mereka akan menjalani serangkaian prosesi adat. Selama upacara, anak-anak ini disebut Toniasa, yang berasal dari singkatan “Tona nipaka asa,” bermakna individu yang tenang dan dewasa. Satu bulan sebelum Tradisi Nokeso dan Neloso digelar, para Toniasa ditempatkan di ruangan khusus bernama Song’i, di mana mereka dilarang menginjak tanah.

Selama di dalam Song’i, para Toniasa menjalani pelatihan kedisiplinan sesuai adat. Mereka wajib memukul tambur atau meniup seruling bambu sebelum beraktivitas seperti makan, minum, dan tidur.

Dulunya, Song’i dibangun dengan tangga dari bambu, dan dindingnya ditutupi kain khusus yang disebut mbesa. Menjelang malam upacara, kuku tangan dan kaki Toniasa dihias dengan pacar oleh ayahnya, yang disebut Langgai Ntoniasa. Suasana menjadi khidmat dengan alunan lagu-lagu adat yang dinyanyikan oleh para orang tua sebagai doa dan restu.

Baca juga: Kerbau Sakti Tolelembunga, Legenda Masyarakat Sulawesi Tengah

Prosesi Kedewasaan

Pada hari puncak upacara, saat matahari terbit, para Toniasa digendong menuju sungai untuk dimandikan sebagai simbol penyucian, kemudian mengenakan pakaian adat. Di balai pertemuan adat, Nokeso dilakukan, di mana gigi anak-anak tersebut digosok atau dikikir menggunakan batu khusus, dipimpin langsung kepala adat.

Setelah Nokeso, mereka diarak ke halaman balai adat atau bantaya, berjalan di bawah kain yang diusung, sambil mengelilingi bantaya. Rangkaian prosesi ini disebut Neloso, sebagai lambang kesiapan memasuki fase dewasa.

Sebagai simbol akhir, ayah dari Toniasa menombak kerbau yang disiapkan dan meletakkan kepala kerbau di depan balai adat. Para Toniasa duduk di atas kepala kerbau, dengan doa-doa dilantunkan tetua adat, meminta perlindungan, kelimpahan rezeki, dan kebahagiaan dalam hidup mereka. Dengan ini, Toniasa resmi dipandang sebagai individu dewasa yang siap memikul tanggung jawab.

Di beberapa tempat lain di Sulawesi Tengah, terdapat pula upacara kedewasaan serupa bernama Novati yang dilaksanakan suku Kaili etnis Da’a. Prosesi ini meliputi Vatibalia (penyiraman air suci) dan Vatingarai (pemasangan pernak-pernik adat) sebagai bentuk peralihan menuju kedewasaan yang bermakna dan penuh nilai budaya. (Sumber: budaya-indonesia.org)

TopikTradisi
Tradisi30 OKT 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Tradisi

Lihat semua →
Pranatacara menggunakan bahasa Jawa dalam kegiatan pelestarian tradisi bertutur di Sleman.

Bahasa Krama dan Masa Depan Tradisi Jawa

Paguyuban pranatacara di Sleman merawat bahasa Jawa krama melalui seni bertutur dan tata krama, sekaligus mendorong generasi muda memperoleh ruang untuk belajar dan mempraktikkannya.

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan