Pariwisata

Tradisi Pemakaman di Indonesia yang Menarik Wisatawan

Indonesia, sebagai negara memiliki keanekaragaman budaya, memiliki daya tarik wisata yang tidak hanya pada keindahan alamnya, tetapi juga pada tradisi uniknya seperti tradisi pemakaman. Salah satu aspek budaya yang menarik perhatian para wisatawan baik lokal maupun global adalah tradisi pemakaman khas dari berbagai daerah di Nusantara. Tradisi ini tidak hanya menggambarkan kearifan lokal, tetapi juga […]

Oleh Achmad Aristyan

Tradisi Pemakaman di Indonesia yang Menarik Wisatawan
Tradisi pemakaman Rambu Solo di Tana Toraja. Wikimedia Commons/Rudyasho
Diterbitkan

Indonesia, sebagai negara memiliki keanekaragaman budaya, memiliki daya tarik wisata yang tidak hanya pada keindahan alamnya, tetapi juga pada tradisi uniknya seperti tradisi pemakaman.

Salah satu aspek budaya yang menarik perhatian para wisatawan baik lokal maupun global adalah tradisi pemakaman khas dari berbagai daerah di Nusantara. 

Tradisi ini tidak hanya menggambarkan kearifan lokal, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur dan nilai-nilai filosofis yang diwariskan secara turun-temurun.

Melansir dari Kemenparekraf, berikut adalah beberapa tradisi pemakaman unik di Indonesia yang telah menjadi daya tarik wisata:  

  1. Rambu Solo, Tana Toraja, Sulawesi Selatan  

Tradisi ini dianggap sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi seseorang yang telah meninggal. Rambu Solo merupakan upacara adat yang memakan waktu lama dan melibatkan prosesi penyembelihan hewan, seperti babi atau kerbau, yang jumlahnya menyesuaikan status sosial. 

Prosesi ini berlangsung hingga tujuh hari, dengan puncaknya berupa penguburan jenazah di tebing batu tinggi atau disebut Lemo. Masyarakat Toraja percaya bahwa upacara ini mempercepat perjalanan arwah menuju Puya atau surga.  

  1. Ngaben, Bali  

Ngaben merupakan tradisi pemakaman khas umat Hindu di Bali yang bertujuan untuk menyucikan roh orang yang telah meninggal. Prosesi dimulai dengan membangun lembu kayu sebagai tempat jenazah, yang kemudian dibakar bersama jenazah dalam ritual Ngeseng Sawa. 

Ritual pemakaman “Ngaben” di Bali. Wikimedia Commons/ Imadedana

Abu hasil pembakaran selanjutnya dihanyutkan ke laut melalui prosesi Nganyut sebagai simbol penyatuan kembali jiwa dengan alam. Tradisi ini tidak hanya sarat makna spiritual tetapi juga memikat wisatawan dengan keindahan ritualnya.  

  1. Mumifikasi, Suku Asmat, Papua  

Tradisi mumifikasi Suku Asmat dilakukan untuk menghormati tokoh-tokoh penting seperti kepala suku atau panglima perang. Jenazah diawetkan dengan ramuan alami dan diasapi perlahan hingga bertahun-tahun. 

Setelah menjadi mumi, jenazah ditempatkan di depan rumah adat sebagai penghormatan dan kenangan. Dalam acara adat tertentu, mumi ini bahkan dihadirkan untuk mengingatkan jasa-jasanya.  

  1. Tiwah, Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah  

Tradisi Tiwah dilakukan untuk memindahkan tulang-belulang jenazah dari kubur ke sebuah bangunan kecil bernama Sandung Rahung. Ritual ini berlangsung selama beberapa hari hingga satu bulan, melibatkan prosesi pengurbanan kerbau yang diiringi musik dan tarian adat. 

Tradisi ini bertujuan untuk mengantar arwah ke Lewu Tatau, tempat roh bersatu dengan dewa tertinggi, Ranying.  

Tiwah sebagai upacara kematian Dayak Ngaju. Foto: www.adira.co.id
  1. Mangokal Holi, Pulau Samosir, Sumatra Utara  

Di Pulau Samosir, tradisi Mangokal Holi melibatkan pemindahan tulang-belulang leluhur dari makam lama ke tugu keluarga. Tradisi ini menunjukkan penghormatan dan bertujuan untuk mendekatkan arwah leluhur kepada Sang Pencipta. 

Ritual tarian tor-tor diiringi tabuhan gondang selama upacara tradisi Mangokal Holi di Desa Sigaol Simbolon, Palipi, Samosir. Foto: Wikimedia Commons/Albert Ivan Damanik

Pembangunan tugu dilakukan dengan megah sebagai simbol status sosial marga. Prosesi ini juga mempererat hubungan keluarga yang tersebar di berbagai tempat.

Tradisi pemakaman unik di Indonesia tidak hanya menjadi sarana untuk melestarikan budaya leluhur, tetapi juga menciptakan daya tarik bagi wisatawan yang ingin memahami lebih dalam keanekaragaman budaya Nusantara. (Dari berbagai sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata01 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan