By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
emmanus.comemmanus.comemmanus.com
  • Beranda
  • Berita
  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya
  • Cerita Rakyat
  • Pariwisata
Reading: Meriahnya Berebut Ikan Goreng saat Nyadran Maguwoharjo
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
emmanus.comemmanus.com
Font ResizerAa
Search
  • Berita Kategori
    • Berita
    • Profil
    • Event
    • Tradisi
    • Pariwisata
    • Cerita Rakyat
    • Warisan Budaya
Follow US
©2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
emmanus.com > Blog > Tradisi > Meriahnya Berebut Ikan Goreng saat Nyadran Maguwoharjo
Tradisi

Meriahnya Berebut Ikan Goreng saat Nyadran Maguwoharjo

Achmad Aristyan
Last updated: 18/02/2025 02:17
Achmad Aristyan
Share
Gunungan ikan goreng atau "iwak goreng" yang menjadi ciri khas Nyadran di Makam Sombomerti oleh warga dari empat dusun di Maguwoharjo, Sleman. Foto: jogja.tribunnews.com
SHARE

Ratusan warga dari empat dusun di Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar tradisi Nyadran di Makam Sombomerti pada Minggu (16/2/2025).

Acara ini momen mempererat persaudaraan sekaligus bentuk syukur atas berkah yang diterima.  

Dalam perayaan tahun ini, warga membuat empat gunungan berisi beragam hasil bumi, jajanan, dan makanan khas, termasuk gunungan “iwak goreng” atau ikan goreng. Gunungan itu kemudian diperebutkan warga sebagai bagian dari prosesi tradisi.  

Makna Nyadran bagi Generasi Penerus

Ketua panitia penyelenggara, Supriyono, mengungkapkan bahwa Nyadran merupakan tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan agar generasi muda memahami nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.  

“Kegiatan ini sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dan bertujuan untuk nguri-uri budaya. Kami ingin anak cucu memahami makna Nyadran yang setiap tahun diadakan sebelum bulan Ramadan,” ujarnya dilansir dari krjogja.com.  

Tahun ini, empat dusun yakni Demangan, Sombomerten, Corongan, dan Sanggragan, turut berpartisipasi dengan membawa gunungan masing-masing.

Gunungan itu sebelumnya diarak dari dusun masing-masing dengan iringan hiburan seni budaya sebelum tiba di lokasi utama.  

“Kami buat lebih menarik agar semakin banyak warga yang ingin tahu dan akhirnya ikut melestarikan tradisi ini,” tambah Supriyono.  

Nyadran 2025 Digabung dengan Sedekah Bumi

Menurut penanggung jawab acara, H. Fahrudin, perayaan Nyadran tahun ini terasa lebih meriah karena digabungkan dengan tradisi Sedekah Bumi.

Selain itu, dukungan juga datang dari Sendang Sombomerti yang ikut menyumbangkan ikan untuk gunungan “iwak goreng” yang kemudian dibagikan kepada warga.  

“Mereka yang buyutnya dimakamkan di sini ikut berpartisipasi. Tiap dusun diwakili 200 orang, total ada 1.000 warga hadir. Semua iuran dan berkontribusi dalam pembuatan gunungan,” jelasnya.  

Selain prosesi adat, acara ini juga dimeriahkan hiburan yang melibatkan potensi kampung secara mandiri. Menurut Fahrudin, pengemasan acara dengan konsep lebih menarik diharapkan bisa terus menjaga keberlangsungan tradisi ini.  

“Tradisi ini sudah ada sejak zaman dahulu dan bersifat terbuka. Kami ingin mengemasnya dengan baik agar generasi mendatang tidak melupakan budaya ini. Intinya adalah Birrul Walidain, berkirim doa untuk para leluhur,” lanjutnya.  

Waktu Pelaksanaan yang Memudahkan Partisipasi Warga

Pemilihan hari Minggu sebagai waktu pelaksanaan Nyadran juga menjadi pertimbangan agar lebih banyak warga yang dapat berpartisipasi.

“Kami ingin mempererat kerukunan antarwarga. Dengan diadakan hari Minggu, semua bisa ikut dan berkontribusi dalam acara ini,” pungkas Fahrudin. Tradisi Nyadran di Maguwoharjo ini menjadi bukti bagaimana budaya lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong di masyarakat.

You Might Also Like

Perang Obor, Tradisi Kearifan Lokal Di Jepara

Perayaan Syukur Petani Lombok Melalui Tradisi Malean Sampi

Labuhan Merapi, Tradisi Kraton Ngayogyakarta di Lereng Merapi

Sambut Sumpah Pemuda, Dusun Sanggrahan Gelar Jathilan

Tradisi Dhukutan Simbol Kerukunan Akhiri Tawuran

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Share
By Achmad Aristyan
Content Writer
Previous Article Candi Lor Nganjuk Resmi Jadi Cagar Budaya, Begini Sejarahnya
Next Article Rekomendasi Penginapan Bernuansa Pedesaan di Wonosobo
1 Comment 1 Comment
  • Pingback: Makna Nyadran Sambut Ramadan di Kampung Kasiran Wonosobo - emmanus.com

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

2kFollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Terbaru

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar
Berita 30/05/2025
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik
Berita 29/05/2025
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto
Berita 29/05/2025
penulisan ulang sejarah Indonesia
DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027
Berita 28/05/2025
- Advertisement -

Quick Link

  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Top Categories

  • Profil
  • Event
  • Tradisi
  • Warisan Budaya

Stay Connected

200FollowersLike
4kFollowersFollow
2.4kSubscribersSubscribe
18kFollowersFollow
emmanus.comemmanus.com
Follow US
© 2024 PT Emma Media Nusantara. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lupa kata sandi Anda?