Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan pentingnya efisiensi anggaran dan peningkatan pendidikan sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan.
Hal ini disampaikan dalam acara Serah Terima Jabatan dan Pengantar Tugas Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo untuk masa jabatan 2025-2030.
Dalam pernyataannya, Afif menyoroti berbagai kebijakan efisiensi yang saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat.
Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus berdampak langsung kepada masyarakat, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak-anak di Wonosobo.
“Program MBG ini sudah berjalan di luar negeri selama lebih dari tujuh tahun, sedangkan Indonesia baru memulainya. Implementasinya tentu memerlukan energi yang besar, namun ini menjadi upaya penting agar anak-anak kita mendapatkan gizi yang cukup dan pendidikan yang layak,” ujar Afif (3/3/2025).
Baca Juga: Ratusan Bonsai Bersaing di Kontes Piala Bupati Wonosobo
Soroti Efisiensi Anggaran dan Pendidikan
Salah satu isu yang tengah hangat dibicarakan adalah kebijakan efisiensi anggaran yang harus dilakukan pemerintah daerah sesuai dengan arahan Presiden.
Afif mengungkapkan bahwa dalam minggu ini pihaknya harus segera menyusun pemangkasan anggaran, termasuk menentukan sektor mana yang harus dikurangi dan mana yang tetap mendapatkan prioritas.
Saat ini, anggaran untuk pembangunan fisik yang dialokasikan sebesar Rp29 miliar telah habis, sementara sektor lainnya mengalami pemangkasan hingga total Rp65,5 miliar.
Karena itu, pemerintah daerah akan lebih selektif dalam menentukan program kerja ke depan agar tetap berjalan efektif.
Selain itu, kebijakan efisiensi juga diterapkan pada perjalanan dinas, di mana anggarannya telah dipangkas 50%.
Para pejabat diminta untuk tetap fokus bekerja di daerah masing-masing, kecuali dalam kondisi tertentu yang mengharuskan kehadiran di luar daerah, seperti rapat yang tidak bisa diwakilkan.
“Kami harus memastikan anggaran digunakan seefektif mungkin. Jika tidak dikelola dengan baik, program kerja tahun 2025 bisa terhambat. Karena itu, efisiensi menjadi kunci agar setiap kebijakan tetap berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam bidang pendidikan, Afif menyoroti masih tingginya angka anak putus sekolah di Wonosobo, yang menjadi salah satu faktor utama penyebab kemiskinan.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah memiliki data lengkap mengenai jumlah dan lokasi anak-anak yang putus sekolah, termasuk faktor penyebabnya.
“Kami ingin menuntaskan masalah anak putus sekolah ini. Jika angka putus sekolah bisa ditekan dan rata-rata lama sekolah meningkat, saya optimistis tingkat kemiskinan juga bisa berkurang secara signifikan,” katanya.

Baca Juga: Afif Nurhidayat Tegaskan Komitmen Membangun Wonosobo Usai Retreat di Magelang
Fokus Program Pasca Pelantikan
Setelah serah terima jabatan, agenda terdekat Bupati Wonosobo adalah melaksanakan Tarawih Keliling (Tarling) di bulan Ramadan serta menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPRD.
Selain itu, pemerintah daerah akan segera menyusun langkah konkret dalam rangka efisiensi anggaran sesuai dengan arahan Kementerian Dalam Negeri.
Dengan berbagai langkah yang telah dirancang, Afif berharap Wonosobo dapat keluar dari daftar kabupaten dengan tingkat kemiskinan tinggi.
Meskipun ada kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar kesejahteraan masyarakat meningkat secara nyata.
“Kami akan terus berupaya agar setiap kebijakan membawa manfaat langsung bagi rakyat. Dengan kolaborasi semua pihak, saya optimistis Wonosobo akan berkembang lebih baik di masa mendatang,” tutupnya.
Baca Juga: DLH Wonosobo Gelar Ceremony HPSN 2025