Wonosobo Night Fashion Carnival (WNFC) 2025 resmi memperkenalkan tema besarnya: “Magnificent Heritage: Cultural, Ancient, Artifact, Artistry, & Mystical Heritage.”
Tema ini diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi dan peluncuran ikon WNFC yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo pada Rabu, 14 Mei 2025 di Pendopo Bupati.
Kegiatan ini sekaligus menjadi awal dari rangkaian persiapan menuju gelaran WNFC pada 14 Juni mendatang di Alun-alun Wonosobo.
Mengusung semangat pelestarian budaya lokal, tema “Magnificent Heritage” mengajak para peserta untuk menggali kekayaan warisan budaya Wonosobo secara lebih mendalam dan mengangkatnya dalam bentuk karya fashion yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat makna.
Baca Juga: Wonosobo Luncurkan Ikon dan Tema Resmi WNFC 2025
Dalam sesi pemaparan, narasumber Alvin menjelaskan bahwa tema ini dirancang sebagai wujud perayaan akan harmonisasi antara alam, sejarah, dan filosofi lokal yang terus hidup di tengah masyarakat.
Setiap kostum yang akan tampil diharapkan menjadi representasi nilai-nilai luhur yang diwariskan lintas generasi.
Tema besar ini dibagi menjadi lima subtema, masing-masing mencerminkan dimensi kekayaan warisan Wonosobo:
- Cultural Heritage
Subtema ini berfokus pada warisan budaya berupa bangunan cagar budaya dan arsitektur bersejarah, seperti Masjid Al-Manshur Kauman, Klenteng Hok Hoo Bio, Dalem Katemunggungan, hingga Hotel Kresna.
Desain kostum akan mengangkat elemen visual dari bangunan-bangunan itu sebagai simbol nilai historis dan keberagaman.

- Artifact Heritage
Menyoroti benda-benda peninggalan masa lampau yang menyimpan nilai sejarah dan spiritual, seperti Keris Empu Supa, Arca Ganesha, dan Guci Kuna Sitiharjo.
Inspirasi desain akan datang dari bentuk, ukiran, hingga cerita di balik benda-benda itu.

- Mystical Heritage
Menggali unsur-unsur mistis dan spiritual yang hidup dalam tradisi lokal, seperti Ruwatan Rambut Gembel, kisah Nagagini dan Naga Antaboga, serta ritual Merdi Desa dan Tapa Bisu.
Kostum dari subtema ini akan menampilkan interpretasi kreatif dari kekuatan simbolik dan kisah-kisah leluhur yang dipercaya masyarakat.

- Ancient Heritage
Subtema ini mengangkat kawasan kuno dan situs purbakala seperti Candi Dieng, Tuk Bimo Lukar, Watu Kelir, serta flora dan fauna endemik seperti Carica dan Elang Jawa.
Rancangannya akan mencerminkan keagungan masa lampau dan kearifan lokal dalam menjaga alam dan sejarah.

- Artistry Heritage
Merayakan seni tradisional Wonosobo yang diwariskan secara turun-temurun, seperti Tari Topeng Lengger, Wayang Kedu Wonosaban, Suthang Walang, dan Sontoloyo.
Subtema ini mendorong eksplorasi terhadap ekspresi artistik yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya daerah.

Dengan lima pilar utama ini, WNFC 2025 tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas dalam dunia fashion, tetapi juga ruang edukatif dan reflektif bagi publik untuk mengenali serta mencintai kembali kekayaan budaya Wonosobo.
Seperti yang disampaikan Alvin dalam paparannya, para peserta diharapkan tidak sekadar membuat busana yang indah, tetapi juga mampu menghadirkan kisah dan nilai dalam setiap detail rancangan.
“Tema ini diharapkan mampu menggugah semangat masyarakat dan peserta untuk menampilkan karya-karya fashion yang tidak hanya estetis, namun juga sarat makna budaya lokal,” ujarnya.
WNFC 2025 pun ditargetkan menjadi medium kolaboratif antara pelaku seni, budaya, dan masyarakat luas dalam menjaga warisan leluhur sambil menampilkan wajah Wonosobo yang kreatif dan berkelas di mata dunia.
