Tugu Pepera, sebuah monumen bersejarah yang terletak di pusat Kota Merauke, menjadi salah satu landmark penting bagi masyarakat setempat. Tugu ini berada di Jalan Raya Mandala, menjadikannya mudah diakses bagi para pengunjung yang ingin mengenal lebih dalam sejarah wilayah Papua. Tugu ini tidak hanya sekadar bangunan, tetapi juga menyimpan makna mendalam terkait dengan perjalanan sejarah Indonesia.
Diresmikan pada 17 September 1969, Tugu Pepera dibangun untuk memperingati momen penting dalam sejarah bangsa, yaitu bersatunya wilayah Irian Barat dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Proses integrasi ini menandai langkah signifikan dalam usaha memperkuat keutuhan wilayah Indonesia, yang meliputi pulau-pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Pendirian tugu ini menjadi simbol komitmen dan perjuangan bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan tanah air.
Baca Juga:Menyaksikan Kangguru Mini di Taman Nasional Wasur, Papua
Tugu Pepera memiliki desain yang mencerminkan kebanggaan budaya dan identitas Papua. Meskipun tidak terlalu besar, monumen ini dirancang dengan penuh makna dan simbolisme. Bentuk tugu yang sederhana namun elegan ini mencerminkan kekuatan dan ketahanan masyarakat Papua. Lokasinya yang strategis di pusat kota juga menjadikannya tempat berkumpul dan refleksi bagi masyarakat dan pengunjung.
Tugu Pepera bukan hanya menjadi objek wisata sejarah, tetapi juga tempat untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang berjuang untuk integrasi wilayah Papua ke dalam NKRI. Banyak masyarakat lokal dan wisatawan yang datang ke sini untuk berfoto atau sekadar menikmati suasana di sekitar tugu. Di samping itu, tugu ini sering digunakan sebagai lokasi untuk berbagai kegiatan budaya dan peringatan yang berkaitan dengan sejarah Indonesia.
Baca Juga:Tugu Libra 969, Ikon Harapan dan Identitas Merauke
Bagi Anda yang berkunjung ke Merauke, Tugu Pepera dapat dijangkau dengan mudah. Dari Bandara Moppah Merauke, Anda hanya perlu menempuh perjalanan sekitar 10 menit dengan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, dengan jarak sekitar 5,7 kilometer. Akses yang mudah ini memudahkan pengunjung untuk singgah dan belajar lebih banyak tentang sejarah Papua dan Indonesia. (Sumber: portal.merauke.go.id)