Monumen Nosarara Nosabatutu memiliki nilai sejarah dan budaya yang mendalam bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Dibangun untuk memperingati dan menghormati semangat persatuan. Lokasi monumen berada di kawasan perbukitan Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Palu, Sulawesi Tengah
Monumen didirikan sebagai pengingat perdamaian pasca-konflik sosial yang pernah melanda Sulawesi Tengah. Monumen ini diharapkan menjadi lambang tekad masyarakat untuk menjaga keharmonisan lintas budaya dan agama di masa depan.
Bangunan tiga lantai ini didesain dengan arsitektur yang megah namun tetap menyatu dengan lingkungan alam sekitarnya. Monumen ini berdiri di perbukitan hijau, menyuguhkan pemandangan alam yang indah dengan suasana sejuk.
Dari lantai teratas, dapat disaksikan panorama Kota Palu dikelilingi bukit-bukit hijau dan pesisir laut. Tempat ini sering kali menjadi lokasi favorit untuk menyaksikan matahari terbenam dan melihat pemandangan indah dengan suasana yang menyejukan.
Baca juga: Rumah Adat Banua Oge, Simbol Kejayaan Kerajaan Palu
Menjadi Pusat Edukasi
Nama “Nosarara Nosabatutu,” yang berasal dari bahasa Kaili (bahasa suku asli Sulawesi Tengah) mengandung makna mendalam, yaitu “Kita Bersaudara, Kita Bersatu.” Semboyan ini mencerminkan semangat harmoni dan persatuan yang mengikat masyarakat Sulawesi Tengah yang beragam.
Sebagai simbol keberagaman, monumen ini mencerminkan nilai-nilai toleransi yang telah terjalin antara berbagai suku dan agama di Sulawesi Tengah. Di tengah kompleksitas perbedaan, masyarakat Palu menunjukkan bagaimana persaudaraan mampu menjadi fondasi perdamaian.
Diresmikan sebagai simbol pemersatu masyarakat, Monumen Nosarara Nosabatutu juga berfungsi sebagai pusat edukasi mengenai pentingnya perdamaian. Monumen ini juga menjadi pusat kegiatan budaya dan acara seremonial hari-hari besar. Masyarakat lokal pun dapatmenggelar acara adat dan perayaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat di kawasan ini.
Baca juga: Pusentasi, Destinasi Wisata Sumur Laut Alami
Selain destinasi wisata, Monumen Nosarara menjadi pusat edukasi untuk mempelajari sejarah dan budaya masyarakat Kaili dan suku lainya di Sulawesi Tengah. Area ini pun dilengkapi dengan tempat parkir yang luas, tempat istirahat, dan warung yang menyediakan makanan serta minuman.
Hingga saat ini, Monumen Nosarara Nosabatutu memiliki nilai khusus bagi masyarakat Palu, Sulawesi Tengah,yang sering kali datang untuk berdoa dan merenung di tempat ini sebagai simbol perdamaian yang diharapkan terus terjaga. (Dari berbagai sumber)