Pariwisata

Belajar Di Kampung Wayang Desa Wisata Kepuhsari

Desa Wisata Kepuhsari atau sering juga disebut sebagai Kampung Wayang berlokasi di Kampung Wayang, Manyaran, Wonogiri, Jawa Tengah. Tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, di desa ini juga bisa belajar wayang dan seni tradisional. Digadang sebagai pusat pengembangan industri tata sungging wayang, desa ini berada di permukiman di bawah perbukitan, sehingga suasananya terasa tenang. […]

Oleh Anisa Kurniawati

Belajar Di Kampung Wayang Desa Wisata Kepuhsari
Foto: visitjawatengah.jatengprov.go.id
Diterbitkan

Desa Wisata Kepuhsari atau sering juga disebut sebagai Kampung Wayang berlokasi di Kampung Wayang, Manyaran, Wonogiri, Jawa Tengah. Tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, di desa ini juga bisa belajar wayang dan seni tradisional. 

Digadang sebagai pusat pengembangan industri tata sungging wayang, desa ini berada di permukiman di bawah perbukitan, sehingga suasananya terasa tenang. Sejarah seni Tata Sungging sendiri, bermula pada abad ke-17. 

Desa ini telah menjadi rumah bagi generasi pengrajin wayang, dan banyak dalang ternama seperti Keanom Suroto dan Ki Mantep Sudarsono pernah berkunjung ke sini. Terletak sekitar 30 km dari pusat kota Wonogiri, desa ini bisa diakses dari Wonogiri, Provinsi DIY melalui Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul. 

Untuk menikmati suasana Desa Kepuhsari, pengunjung bisa langsung mendaftar ke Pokdarwis yang mengelola kegiatan wisata di sini. Pengunjung akan dipandu untuk berkeliling desa. Mulai dari melihat proses pembuatan wayang kulit hingga belajar cara menata dan menyungging wayang langsung dari pengrajin, hingga mempelajari pembuatan batik wayang. 

Disamping membuat wayang, pengunjung juga bisa belajar seni tari tradisional seperti Tari Jatil dan Tari Reong di sanggar Asto Kenyo Art. Bagi yang hobi mengoleksi lukisan, di sini juga tersedia lukisan dengan media kaca yang unik. Kerajinan tangan lainnya, seperti perajut benang wol untuk membuat tas, bunga hias, dan topi, serta pembuatan caping dari bambu juga bisa dipelajari oleh pengunjung langsung dari pengrajinnya. 

Tidak hanya seni dan budaya saja, kuliner di Desa Kepuhsari juga wajib dicoba. Mulai dari tempe pesengek, pencel, nasi tiwul, nasi jagung, dan jajanan pasar lainnya, semua bisa diperoleh dengan harga yang terjangkau. Salah satu kuliner khas adalah makanan dari kulit kerbau sisa pembuatan wayang yang diolah menjadi masakan lezat.

Kuliner tersebut bisa dinikmati sambil menikmati pemandangan desa di atas Bukit Batu sambil menikmati pemandangan desa yang asri. Setiap bulan Muharram, Desa Kepuhsari mengadakan tradisi bersih desa di balai dusun sebagai wujud rasa syukur,. Nantinya masyarakat dapat berkumpul dan menyantap masakan yang telah disiapkan dari rumah. 

Desa Kepuhsari juga menawarkan berbagai wisata alam yang menarik. Salah satu lokasi menarik adalah Gunung Kontak. Di tempat ini pengunjung dapat menikmati matahari terbenam di antara pegunungan yang indah.

Saat ini, bagi wisatawan yang hendak berkunjung tidak perlu khawatir. Desa Wisata Kepuhsari sudah menyediakan fasilitas lengkap. Mulai dari penginapan atau homestay yang rapi dan bersih. Pengunjung juga bisa memilih berbagai paket wisata dengan beragam fasilitas berbeda. (Anisa Kurniawati- Sumber: visitjawatengah.jatengprov.go.id)

TopikPariwisata
Pariwisata26 OKT 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati