Pariwisata

Candi Arjuna, Pusat Sejarah Terbesar di Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng, yang dikenal dengan keindahan alamnya, juga menyimpan warisan budaya dan sejarah yaitu Kompleks Candi Arjuna. Kompleks Candi Arjuna menjadi kompleks candi terbesar di Dieng yang menjadi saksi bisu kemegahan peradaban masa lampau. Arsitektur Berbeda Berlokasi di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kompleks Candi Arjuna mencakup area seluas sekira […]

Oleh Achmad Aristyan

Candi Arjuna, Pusat Sejarah Terbesar di Dataran Tinggi Dieng
Kompleks Candi Arjuna. Foto: Aristyan
Diterbitkan

Dataran Tinggi Dieng, yang dikenal dengan keindahan alamnya, juga menyimpan warisan budaya dan sejarah yaitu Kompleks Candi Arjuna. Kompleks Candi Arjuna menjadi kompleks candi terbesar di Dieng yang menjadi saksi bisu kemegahan peradaban masa lampau.  

Arsitektur Berbeda

Berlokasi di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kompleks Candi Arjuna mencakup area seluas sekira satu hektar. Di dalamnya terdapat lima bangunan utama, yakni Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. 

Empat diantaranya, kecuali Candi Semar, merupakan candi utama yang digunakan untuk aktivitas keagamaan. Menariknya, setiap candi dalam kompleks ini memiliki perbedaan gaya arsitektur, yang menunjukkan pembangunannya dilakukan pada masa yang berbeda. 

Candi Arjuna, yang merupakan candi tertua, masih kental dengan gaya India. Sementara Candi Sembadra, yang dibangun belakangan, sudah menampilkan pengaruh kebudayaan lokal, seperti pada relung candi yang menonjol keluar.  

Upaya Restorasi  

Berdasarkan keterangan dari papan informasi yang berada di lokasi, kompleks ini pertama kali ditemukan Theodorf Van Elf, seorang tentara Belanda, dalam kondisi tergenang air pada abad ke-18. 

Upaya penyelamatan dilakukan H. C. Corneulius, seorang berkebangsaan Inggris untuk pertama kalinya, sebelum dilanjutkan J. Van Kirnbergens dari Belanda. Hingga kini, restorasi dan perawatan candi terus dilakukan untuk melestarikan nilai sejarahnya.  

Candi Arjuna di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Foto: Google/Atharva Deandre G P

Fungsi Candi  

Setiap candi dihiasi dengan berbagai ornamen unik, seperti penil, yang berfungsi sebagai pegangan tangga, dan kala, yaitu ukiran wajah raksasa tanpa rahang bawah yang terletak di atas pintu masuk.

Selain itu, terdapat makara, ornamen di sisi pintu yang dipercaya mampu menangkal kejahatan, serta jalatmara, sebuah saluran yang digunakan untuk mengalirkan air dari dalam candi. 

Di bagian atas candi, terdapat istadewata, yang diyakini sebagai tempat masuknya para dewa. Keindahan candi juga diperkuat dengan keberadaan antefik, ornamen yang menghiasi ujung setiap sisi candi, serta diksa, jalur yang digunakan umat mengelilingi candi sebelum masuk area utama.

Candi Arjuna, Puntadewa, dan Sembadra dibangun untuk menyembah Dewa Syiwa, sedangkan Candi Srikandi didedikasikan untuk Trimurti (Syiwa, Brahma, dan Wisnu). Di kompleks ini, Candi Semar berfungsi sebagai candi sarana, tempat umat menunggu sebelum memasuki candi utama.  

Salah satu spot menawan di kawasan Candi Arjuna, Banjarnegara. Foto: Google/ Kiftul Rohim

 Memahami Sejarah

Kompleks Candi Arjuna tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga pusat kegiatan budaya. Acara seperti Galungan dan ruwatan anak gimbal, tradisi khas Dieng, kerap diadakan di sini. 

Sebagian besar arca yang pernah menghiasi kompleks ini kini disimpan di Museum Kailasa, tak jauh dari lokasi candi. Meski beberapa arca telah hilang, koleksi di museum membantu pengunjung memahami lebih dalam sejarah kompleks ini. (Dari Berbagai Sumber)

TopikPariwisata
Pariwisata20 DES 2024

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Pariwisata

Lihat semua →

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan