Budaya

Candi Banyunibo Sleman, Sebatang Kara di Tengah Persawahan

Di Desa Cepit, Kecamatan Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, terdapat sebuah candi unik bernama Candi Banyunibo. Nama “Banyunibo” berasal dari istilah dalam bahasa Jawa yang berarti air yang tertumpah atau menetes. Meski tak ada penjelasan pasti tentang makna nama Banyunibo, keunikan candi ini terletak pada lokasinya yang tersembunyi di antara hutan dan persawahan hijau. Masyarakat setempat […]

Oleh Achmad Aristyan

Candi Banyunibo Sleman, Sebatang Kara di Tengah Persawahan
Candi Banyunibo yang lokasinya berada di tengah area persawahan. Foto: indonesiakaya.com
Diterbitkan

Di Desa Cepit, Kecamatan Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, terdapat sebuah candi unik bernama Candi Banyunibo. Nama “Banyunibo” berasal dari istilah dalam bahasa Jawa yang berarti air yang tertumpah atau menetes. 

Meski tak ada penjelasan pasti tentang makna nama Banyunibo, keunikan candi ini terletak pada lokasinya yang tersembunyi di antara hutan dan persawahan hijau.

Masyarakat setempat kerap menjuluki candi ini sebagai “Si Sebatang Kara Banyunibo” karena letaknya yang terpisah dari gugusan candi lain.

Ukuran Kecil, Ornamen Kaya

Melansir dari indonesiakaya.com, Candi Banyunibo tampak kokoh dan utuh, meskipun ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan Candi Borobudur atau Prambanan.

Namun, candi ini memiliki keistimewaan berupa ornamen yang kaya akan detail di setiap sisinya. 

Relief kala-makara serta berbagai ukiran lainnya menghiasi bangunan utama, menampilkan estetika yang memikat bagi para pengunjung. Bagian pintu masuk candi berada di sisi barat, dengan tangga yang dijaga dua patung singa di kanan dan kirinya. 

Susunan candi ini terdiri dari satu candi induk yang dikelilingi candi perwara berbentuk stupa-stupa kecil, memberikan kesan sakral yang mendalam.

Panorama Candi Banyunimbo, Sleman di malam hari. Foto: GoogleMaps/Citro Artiadi

Pesona dari Dalam Candi

Memasuki ruang dalam candi, ada sebuah ruangan sederhana yang tidak terlalu luas. Dari sini, pemandangan hamparan persawahan di luar dapat dinikmati melalui jendela di sisi selatan. 

Udara sejuk dan suasana tenang membuat momen berada di dalam candi terasa begitu menenangkan. Di dalam candi, terdapat relief yang dipercaya menggambarkan Dewa Kurawa, yang dikenal sebagai simbol kekayaan dalam ajaran Buddha. 

Namun, sebagian relief rusak karena usia dan pengaruh alam, meski keindahannya tetap memukau.

Wisata Alam dan Sejarah

Letaknya yang dikelilingi persawahan menjadikan Candi Banyunibo sebagai destinasi wisata untuk melihat keindahan alam sekaligus memperkaya wawasan sejarah. Udara di sekitar candi yang masih segar dan alami menjadikan suasana di Candi Banyunibo cukup menyejukan. 

Selain itu, candi ini menjadi saksi bisu kekayaan spiritual dan budaya masyarakat Indonesia pada masa lampau, khususnya dalam tradisi keagamaan Buddha. (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya03 FEB 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Achmad Aristyan

Lihat semua →
Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Munusa Championship Digelar di Wonosobo, Wadah Kreativitas dan Sportivitas Pelajar

Gelaran Munusa Championship 2025 resmi diselenggarakan di GOR Indoor Wonosobo sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2025. Kompetisi futsal pelajar yang dirancang Munusa Management ini menghadirkan atmosfer baru dengan menggabungkan turnamen futsal tingkat SMP dan SMA serta lomba battle supporter yang sarat kreativitas. Dalam wawancara bersama media, Zulhan Choirul Muhayat selaku founder Munusa Management mengungkapkan

Achmad Aristyan
Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Indonesia dan Prancis Bangun Kemitraan Budaya untuk Pererat Hubungan Diplomatik

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Budaya dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dalam sebuah seremoni di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Penandatanganan ini bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan kebudayaan kedua negara. Kesepakatan ini merupakan tindak

Achmad Aristyan
Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Kodim Wonosobo dan Bulog Jemput Bola Serap Gabah Petani Sojokerto

Suasana berbeda tampak di hamparan sawah Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah saat jajaran Kodim 0707/Wonosobo bersama tim dari Bulog terjun langsung mendampingi petani dalam panen raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam penyerapan gabah petani, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional. Di tengah aktivitas panen,

Achmad Aristyan