Budaya

Dimba Nggowuna, Warisan Musik Tradisional Sulawesi Tenggara

Dimba Nggowuna, alat musik tradisional dari Sulawesi Tenggara dan terbuat dari bambu juga rotan. Disebut juga dengan gendang bambu, alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini diyakini sudah ada sejak zaman Neolitikum, dengan ukurannya yang berkisar 40 – 45 cm. Dimba Nggowana merupakan perwujudan dari seni musik leluhur yang mempunyai bunyi khas […]

Oleh Anisa Kurniawati

Dimba Nggowuna, Warisan Musik Tradisional Sulawesi Tenggara
Foto: SeringJalan.com
Diterbitkan

Dimba Nggowuna, alat musik tradisional dari Sulawesi Tenggara dan terbuat dari bambu juga rotan. Disebut juga dengan gendang bambu, alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul. 

Alat musik ini diyakini sudah ada sejak zaman Neolitikum, dengan ukurannya yang berkisar 40 – 45 cm. Dimba Nggowana merupakan perwujudan dari seni musik leluhur yang mempunyai bunyi khas dari setiap petikannya.

Penghormatan Terhadap Alam

Pada zaman dahulu, Dimba Nggowuna dimainkan para kaum wanita saat mereka bekerja menenun kain. Tujuannya sebagai sarana hiburan agar tidak terlalu jenuh.

Alat musik ini tidak hanya menjadi simbol seni tradisional, tetapi juga menggambarkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Dimba Nggowuna terbuat dari bambu sebagai bahan utamanya.

Bambu berkaitan dengan konsep kesederhanaan dan penghormatan terhadap alam. Bambu, juga mencerminkan keluwesan dan ketahanan yang menjadi nilai penting kehidupan masyarakat lokal.

Baca juga: Alunan Musik Rindik Bali Lebih dari Suara Alat Musik

Harus Dilestarikan

Cara memainkan Dimba Nggowuna cukup sederhana, namun membutuhkan keahlian khusus untuk menghasilkan irama yang harmonis. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul telapak tangan. 

Petikan pada hilis bambu akan menghasilkan resonansi bunyi. Bunyinya tergantung pada ritme dan suara yang diinginkan serta diolah dengan telapak tangan kiri yang berfungsi mengatur besar kecilnya suara yang keluar pada liang bambu.

Gendang Bambu ini menjadi bagian dari pertunjukan seni tradisional yang menghibur masyarakat. Sayangnya, alat musik tradisional ini hampir punah. Pasalnya, kebudayaan modern perlahan menggerus kebudayaan dan kearifan lokal. 

Dimba Nggowuna atau gendang bambu adalah salah satu warisan budaya yang berharga dari Sulawesi Tenggara. Alat musik ini tidak hanya menjadi sarana ekspresi seni, tetapi juga simbol identitas dan kearifan lokal masyarakat Tolaki. (Dari berbagai sumber)

TopikBudaya
Budaya07 JAN 2025

Tentang Penulis

Komentar

Ingin ikut berdiskusi?

Lainnya dari Budaya

Lihat semua →
Tradisi makan bajamba

Makan Bajamba di Meja Diplomasi

Makan bajamba bukan sekadar tradisi bersantap bersama, melainkan cerminan kebersamaan dan penghormatan yang dapat menginspirasi jamuan diplomatik.

Ridwan
ampilan gim Kenupi karya U-Lika Studio yang mengangkat budaya Dayak Kenyah melalui seni piksel.

Petualangan Dayak Kenyah di Kenupi

Kenupi menghadirkan budaya Dayak Kenyah melalui gim berbasis seni piksel yang dikembangkan U-Lika Studio sebagai bagian dari kampanye Jejak: Jelajah Dayak Kenyah

Ridwan

Lainnya dari Anisa Kurniawati

Lihat semua →
penulisan ulang sejarah Indonesia

DPR Setujui Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Target Rampung Tahun 2027

Proyek penulisan ulang sejarah Indonesia resmi mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X yang digelar di Gedung Nusantara I, mayoritas fraksi menyatakan dukungan terhadap langkah strategis Kementerian Kebudayaan tersebut. Langkah besar ini menandai akhir dari kevakuman penulisan sejarah bangsa selama lebih dari dua

Anisa Kurniawati
Festival Karawitan Putri Gunungkidul

Festival Karawitan Putri Gunungkidul 2025, Ruang Ekspresi Generasi Muda

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Festival Karawitan Putri Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (27/5) di Taman Budaya Gunungkidul turut dihadiri Wakil Ketua I TP PKK DIY, GKBRAyA Paku Alam. Dalam sambutannya, Gusti Putri mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam

Anisa Kurniawati
Pentas Seni Selasa Wagen

Pentas Seni Selasa Wagen DIY, unjukkan Komitmen Lestarikan Kearifan Lokal

Pentas Seni Selasa Wagen kembali digelar, Selasa (27/05) di Amphitheater Teras Malioboro 1, Yogyakarta. Acara menjadi wujud nyata pengabdian para pelaku budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tradisi. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Sukamto, mewakili Sekretaris Daerah DIY, disampaikan bahwa kegiatan

Anisa Kurniawati